KARAKTERISTIK KEANEKARAGAMAN MAKRO GASTROPODA PADA PADANG LAMUN DI PERAIRAN PULAU BADAK-BADAK KOTA BONTANG KALIMANTAN TIMUR

Authors

  • Muhammad Fizul Khisal universitas mulawarman
  • Aditya Irawan
  • Lily Inderia Sari

DOI:

https://doi.org/10.30872//tas.v5i1.2561

Keywords:

Makro Gastropoda, Padang Lamun, Pulau Badak–Badak, Kota Bontang

Abstract

Gastropoda adalah salah satu kelas moluska yang diketahui berasosiasi dengan baik terhadap ekosistem padang lamun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sampai dengan Januari 2024. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui kondisi dan Keanekaragaman makro gastropoda pada padang lamun di perairan Pulau Badak–Badak Kota Bontang Kalimantan Timur. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan sampling transek kuadran dan analisis data menggunakan komposisi spesies kepadatan populasi, indeks keanekaragaman (H’) indeks keseragaman(E), indeks dominansi (C), kerapatan lamun, dan uji korelasi lamun dengan makro gastropoda. Pengambilan transek kundran berukuran 50 x 50 pada setiap stasiun dengan 3 kali pengulangan. Berdasarkan hasil penelitian ada 5 jenis makro gastropoda yang di temukan yaitu Rhinoclaris vertagus, Cerithium litteratum, Laevistrombus, Purpuradusta microdon, dan Gibberulus gibberulus. Lamun yang di temukan pada saat penelitian terdapat satu spesies yaitu Enhalus acoraides. Nilai dari komposisi spesies tertinggi pada 3 stasiun adalah spesies Gibberulus gibberulus dengan nilai tertinggi 32% - 36%. Dan nilai komposisi terendah adalah Purpuradusta Microdon dengan nilai 5% - 15%. Nilai kepadatan popuulasi pada 3 stasiun dengan 3 kali pengulangan berkisar 4 - 32 individu/m2

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adli, A. (2016). Profil ekosistem lamun sebagai salah satu indikator kesehatan pesisir Perairan Sabang Tende Kabupaten Tolitoli. JSTT, 5(1).

Asmawi, S. 1983. Pemeliharaan Ikan dalam Karamba. PT. Gramedia, Jakarta.

Besseling E, Wegner A, Foekema EM, van den Heuvel-Greve MJ, Koelmans AA. Effects of microplastic on fitness and PCB bioaccumulation by the lugworm Arenicola marina (L.). Environ Sci Technol. 2013 Jan 2;47(1):593-600. doi: 10.1021/es302763x. Epub 2012 Dec 11. PMID: 23181424.

Bastyan, G., & Cambridge, M. (2008). Transplantation as a method for restoring the seagrass Posidonia australis. Estuarine, Coastal and Shelf Science,79(2) 289-299. https://doi.org/10.1016/j.ecss.2008.04.012

Bhuka, S. (2017). Keanekaragaman Dan Kelimpahan Jenis Gastropoda Di Perairan Taman Wisata Laut 17 Pulau Riung, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (Doctoral Dissertation, Uajy).

Effendi. H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Kanisius: Yogyakarta.

Fachrul, M.F. (2007). Metode Sampling Ekologi. Bumi Aksara: Jakarta

Hutomo, M & Nontji, A. 2014. Panduan Monitoring Padang Lamun. COREMAP - CTI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta. 37 Hal.

Krebs, C. J. (1989). Ecology: The experimental analysis of distribution and abundance (3rd ed.). Harper & Row.

Kusumaningtyas, M.A., Bramawanto, R., Daulat, A., dan Pranowo, W.S. 2014. Kualitas perairan Natuna pada musim transisi. Depik. 3(1), 10-20.

Maulana, A., Widianingsih, W., & Widowati, I. (2022). Asosiasi Gastropoda dengan Lamun di Perairan Teluk Awur dan Pulau Panjang, Jepara. Journal of Marine Research. https://doi.org/10.14710/jmr.v11i1.30801.

Newmaster, A.F., K.J. Berg, S. Ragupathy, M. Palanisamy, K. Sambandan, and S.G. Newmaster. 2011. Local knowladge and conservation of seagrass in the Tamil Nadu State of India. J. of Ethnobiology and Ethnomedicine. 37p.

Nontji, A. 1993. Laut Nusantara. Djambatan, Jakarta, 362 hlm

Notodarmojo, S. (2005). Pencemaran Tanah dan Air Tanah. Bandung: Penerbit ITB

Odum, E. P. (1994). Dasar-dasar ekologi umum (3rd ed.). Yogyakarta, Indonesia: Gadjah Mada University Press.

Pérez-Estrada, C., Rodríguez-Estrella, R., Brun-Murillo, F., Gurgo-Salice, P., Valles-Jiménez, R., Morales-Bojórquez, E., & Medina-López, M. (2023). Diversity and seasonal variation of the molluscan community associated with the seagrass Halodule wrightii in a marine protected area in the southern Gulf of California. Aquatic Ecology, 57, 299-319. https://doi.org/10.1007/s10452-023-10011-3.

Suin, N. M., 2002, Metoda Ekologi, Universitas Andalas, Padang.

Tomascik, T., A. J. Mah, A. Nontji & M. K. Moosa (1997). The Ecology of the Indonesia Seas, Part II (pp. 643-1388). Singapore: Periplus Editions (HK) Ltd..

Wahyudi, A.J., S. Rahmawati, B. Prayudha, M.R. Iskandar, and T. Arfianti. 2016. Vertical carbon flux of marine snow in Enhalus acroides dominated seagrass meadows. J. Reg. stud. Mar. Sci., 5: 27-34

Wardiatno, Y., & Sudarso, J. (2015). Penilaian status mutu sungai dengan indikator makrozoobentos.

Yurisma, E.H., N. Abdulgani, dan G. Mahasri. 2013. Pengaruh salinitas yang berbeda terhadap laju konsumsi oksigen ikan gurame (Osprhonemus gouramy) skala laboratorium. Jurnal Sains dan Seni 1(1):1-4.

Downloads

Published

30-04-2026

How to Cite

KARAKTERISTIK KEANEKARAGAMAN MAKRO GASTROPODA PADA PADANG LAMUN DI PERAIRAN PULAU BADAK-BADAK KOTA BONTANG KALIMANTAN TIMUR. (2026). Jurnal Tropical Aquatic Sciences, 5(1), 60-68. https://doi.org/10.30872//tas.v5i1.2561

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

1-10 of 88

You may also start an advanced similarity search for this article.