KARAKTERISTIK SAMPAH MAKROPLASTIK YANG TERJEBAK DI DASAR PADANG LAMUN PERAIRAN PULAU BADAK-BADAK KOTA BONTANG PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.30872/tas.v5i1.1525Keywords:
makro plastik, padang lamun, Pulau badak-badak, sampah makroplastikAbstract
Makroplastik sebagai salah satu jenis debris yang secara kasat mata mudah ditemukan dan keberadaannya mengganggu kenyamanan lokasi yang dijadikan tempat wisata, selain juga berpotensi mengganggu kestabilkan ekosistem. Keberadaan makroplastik di wilayah padang lamun, memerlukan penanganan khusus, dikarenakan posisinya tidak pernah tidak tergenang dan memiliki dasar perairan yang berpasir, sehingga mudah memerangkap makroplastik. Penelitian untuk mengetahui karakteristik sampah makroplastik yang terjebak di dasar padang lamun ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober - Januari 2023 di Pulau Badak-badak Kota Bontang Kalimantan Timur. Pengamatan dilakukan secara kuantitatif dan mengkoleksi makroplastik dengan transek sepanjang 100 m dan menggunakan kuadran berukuran 5x5 m per 150 meter jarak per stasiun. Hasil pengamatan menemukan kelimpahan makroplastik di habitat lamun E. acoroides sebesar 737g/m2 dengan karakteristik makroplastik dari yang terbanyak hingga yang paling sedikit adalah PL24, PL02, PL05, PL07, PL01, PL06, dan PL16. Analisis korelasi antara volume makroplastik dan kerapatan bersifat positif namun rendah (r = 0,3581).
Downloads
References
Asmawi, S. (1994). Kualitas Air Untuk Perikanan. Departemen Pendidikan Nasional dan Kebudayaan.
Fakultas Perikanan Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru.
Bellows, W. K. & O'Kelly, C. J., Wysor, B (2004). Gene sequence diversity and the phylogenetic position of
algae assigned to the genera Phaeophila and Ochlochaete (Ulvophyceae, Chlorophyta) 1. Journal of
Phycology, 40(4), 789-799
Carson, H. S., Colbert, S. L., Kaylor, M. J., & McDermid, K. J. (2011). Small plastic debris changes
water movement and heat transfer through beach sediments.
Dewi, I. S., Budiarsa, A. A., & Ritonga, I. R. (2015). Distribusi mikroplastik pada sedimen di Muara Badak,
Kabupaten Kutai Kartanegara.
Hartog,1970.Lamun mempunyai sifat yang memungkinkan hidup di lingkungan
Marine Pollution Bulletin, 62(8), 1708–1713. Carson, H. S., Nerheim, M. S., Carroll, K. A., & Eriksen, M.
(2013).
Plastics Europe. (2013). Plastics-the Facts 2013 An analysis of European latest plastics production, demand
and waste data.
Smith, S. D. A. (2012). Marine debris: A proximate threat to marine sustainability in Bootless Bay, Papua
New Guinea. Marine Pollution Buletin, 64, 1880– 1883.
The plastic- associated microorganisms of the North Pacific Gyre. Marine Pollution Bulletin, 75(1–2), 126–
Thushari, G. G. N., & Senevirathna, J. D. M. (2020). Plastic pollution in the marine environment. Heliyon.
Tuahatu, J. W., & Tuhumury, N. C. (2022). Sampah laut yang terdampar di pesisir pantai Hative Besar pada
musim peralihan 1. TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan.
United Nations Convention on the Law of the Sea. (1982). United Nations Convention on the Law of the Sea.
Yolla, Fauzi M, & Sumiarsih Eni. (2020). Jenis dan Kepadatan Mikroplastik Di Sedimen Pantai Desa Naras
Hilir Kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat.
Yona, D., di Prikah, F. A., & As’adi, M. A. (2020). Identifikasi dan Perbandingan Kelimpahan Sampah
Plastik Berdasarkan Ukuran pada Sedimen di Beberapa Pantai Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Tropical Aquatic Sciences

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles published in Jurnal Tropical Aquatic Sciences are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
By publishing with this journal, authors agree to the following terms:
-
Copyright Transfer: Authors transfer the copyright of their work to Jurnal Tropical Aquatic Sciences upon publication.
-
Sharing and Adaptation: The CC BY-SA 4.0 license permits others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) for any purpose, even commercially.
-
Attribution and ShareAlike: Any use or adaptation of the work must provide appropriate credit to the original authors and acknowledge its initial publication in this journal. Furthermore, if others remix, transform, or build upon the material, they must distribute their contributions under the same license as the original.
Artikel yang diterbitkan di Jurnal Tropical Aquatic Sciences dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Dengan menerbitkan artikel di jurnal ini, penulis menyetujui ketentuan berikut:
Pengalihan Hak Cipta: Penulis mengalihkan hak cipta atas karyanya kepada pihak Jurnal Tropical Aquatic Sciences pada saat penerbitan.
Berbagi dan Adaptasi: Lisensi CC BY-SA 4.0 mengizinkan pihak lain untuk berbagi (menyalin dan menyebarluaskan materi) dan mengadaptasi (mengubah dan membuat turunan dari materi) untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Atribusi dan BerbagiSerupa: Setiap penggunaan atau adaptasi karya wajib mencantumkan nama penulis asli dan mengakui publikasi awalnya di jurnal ini. Selain itu, jika pihak lain mengubah atau membuat turunan dari materi ini, mereka wajib menyebarluaskan kontribusinya tersebut dengan lisensi yang sama persis seperti aslinya.












