KELIMPAHAN DAN POLA SEBARAN MAKRO BIVALVIA DI EKOSISTEM PADANG LAMUN PULAU BADAK-BADAK KOTA BONTANG
DOI:
https://doi.org/10.30872/tas.v5i1.1523Keywords:
Makro bivalvia, Pola sebaran, Padang lamun, Pulau badak badakAbstract
Karakteristik dan Kelimpahan dan Pola Sebaran Makro Bivalvia di Ekosistem Padang Lamun Pulau Badak-Badak Kota Bontang. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Oktober 2023 – Januari 2024. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ringkasan dan pola sebaran makrozoobentos Bivalvia di ekosistem padang lamun Pulau Badak-Badak Kota Bontang Kalimantan Timur. Pengambilan sampel bivalvia dilakukan secara purposive sampling pada 3 stasiun penelitian. Hasil penelitian ditemukan 2 spesies yang terdiri dari 2 famili yakni Acrosterigma subrugosa dan Dosinia lupinus. Komposisi persentase gastropoda yang mendominansi terdapat 2 famili spesies yaitu dari famili Cardiidae Acrosterigma Subrugosa, dan dari famili Veneridae spesies Dosinia Lupinus., dengan nilai pelaporan yang diperoleh 100 ind/m2 dari semua spesies makro bivalvia yang ditemukan dan dari stasiun ketiga. Nilai indeks keanekaragaman (H') menunjukkan kriteria rendah dan Nilai indeks keseragaman (E) menunjukkan persebaran merata sedangkan Nilai indeks Dominansi (C) menunjukkan terdapat spesies yang mendominasi. Pola sebaran Makro Bivalvia menunjukkan pola penyebaran seragam dan acak. Hubungan antara keanekaragaman makro bivalvia dengan kerapatan lamun adalah searah yang dimana semakin tinggi jumlah bivalvia maka semakin tinggi pula presentase kerapatan lamun begitu pun sebaliknya, semakin rendah persentase kerapatan lamun maka keanekaragaman makro bivalvia semakin rendah.
Downloads
References
Allifah, AN. 2018: Hubungan Kerapatan Lamun dengan Kepadatan Bivalvia di Pesisir Pantai Ori Kecamatan Pulau Haruku. Journal Biologi Science and Education. 7 (1) : 81
Coastal Water of Tanjungbalai Asahan North Sumater
Coles, R.G., W.J. Lee Long, R.A. Watson and K.J. Derbyshire. 1993. Distribution of Seagrass and Their Fish and Penaeid Prawn Communities in Cairns Harbour. A Tropical Estuary, Northern Queenland- Australia. Australian J. Mar. Freshw. Ress. 44: 183 – 210
Criston, O., Djuneidi, S. & Purba, N.P 2012. Pengaruh Tingginya Gelombang Pasang Surut Terhadap Pertumbuhan dan Biomassa Daun Enhalus acoroides di pulau Pari Kepulauan Seribu Jakarta. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 3(3):87-94.
Dermawan BR.Sitorus, “Keanekaragaman dan Distribusi Bivalvia Serta Kaitannya dengan Faktor Fisik-Kimia di Perairan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang”, Tesis, Medan: Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, (2008), h. 10
Dharma, B. 1988.Siput Dan Kerang Indonesia. PT Sarana Graha. Jakarta. 69-124
Dharma, B. 1992. Indonesian Shell II. Siput dan Kerang Indonesia. PT. Sarana Graha.
Dharmaraj, S. K. S and C. P . Suja. 2004. Larva Rearing and Spat Production of Windowpane Shell Placuna placenta. Aquacultur Asia. Vol 9 : 20 – 24
Doddy, S. 2011. Potensi dan Pemanfaatan Sumberdaya Kerang dan Siput Di Kepulauan Bangka Belitung. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan pulau-pulau Kecil. Hal 23-32
Effendi. H. 2003.Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan.Kanisius: Yogyakarta.
Effendie. 2003. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama: Bogor
Fachrul, MF. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Bumi Aksara. Jakarta
GBR marine Park Special Publ. Series (3). Queensland. Australia. 54pp.
Gosling , E. (2015). Marine bivalve molluscs: John W. John Wiley & Sons. Intan, Afrizal, T., & Irvina, N. (2012). Kerang Darah (Anadara granosa) Abudance in
Hutomo M. 1999. Proses Peningkatan Nutrient Mempengaruhi Kelangsungan Hidup Lamun.
Indrawan, G.S., Yusup, D.S., & Ulihuha, D. (2016). Asosiasi Makrozoobentos pada Padang Lamun di Pantai Merta Segara Sanur, Bali. Jurnal Biologi, 20(1): 11-16.
Irma D., and Sofyatuddin K. 2012. Diversity of Gastropods and Bivalves in mangroveecosystem rehabilitation areas in Aceh Besar and Banda Aceh districts, Indonesia. AACL Bioflux 5(2), 55-59.
Jakarta. 111 hlm.
Junaidi E, Sagala EP, Joko. 2010. Kelimpahan populasi dan distribusi Remis (Corbicula sp.) di Sungai Borang Kabupaten Banyuasin. Jurnal Penelitian Sains 13(3): 50-54
Kastawi, Y., Sri, E. I., Ibrohim, M., & Sofia, E. R. (2005). Zoologi avertebrata. Malang: UNM
Lanyon, J. 1986. Guide to The Indentification of Seagrasses in Great Barrier Reef. Region.
Larkum, A. W., Orth, R. J., & Duarte, C. M. (2006). Seagrasses: biology, ecology and conservation. Phycologia, 45(5), 5.
LIPI.
Molles M.C. 2010. Ecology : Concept and Aplication. 5rd ed, McGraw-Hill, New York Nontji, A. (2007). Laut Nusantara. Edisi Revisi, Cetakan ke-5. Djambatan. Jakarta, 300. Notodarmojo, S. (2005). Pencemaran Tanah dan Air. Bandung (ID): ITB.
Nybakken, J. W. 1988. Ekologi Laut Suatu Pendekatan Ekolgi. PT. Gramedia. Jakarta.
Nybakken. 1992. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. Edisi II. Gramedia. Jakarta.459 hlm.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Tropical Aquatic Sciences

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles published in Jurnal Tropical Aquatic Sciences are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
By publishing with this journal, authors agree to the following terms:
-
Copyright Transfer: Authors transfer the copyright of their work to Jurnal Tropical Aquatic Sciences upon publication.
-
Sharing and Adaptation: The CC BY-SA 4.0 license permits others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) for any purpose, even commercially.
-
Attribution and ShareAlike: Any use or adaptation of the work must provide appropriate credit to the original authors and acknowledge its initial publication in this journal. Furthermore, if others remix, transform, or build upon the material, they must distribute their contributions under the same license as the original.
Artikel yang diterbitkan di Jurnal Tropical Aquatic Sciences dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Dengan menerbitkan artikel di jurnal ini, penulis menyetujui ketentuan berikut:
Pengalihan Hak Cipta: Penulis mengalihkan hak cipta atas karyanya kepada pihak Jurnal Tropical Aquatic Sciences pada saat penerbitan.
Berbagi dan Adaptasi: Lisensi CC BY-SA 4.0 mengizinkan pihak lain untuk berbagi (menyalin dan menyebarluaskan materi) dan mengadaptasi (mengubah dan membuat turunan dari materi) untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Atribusi dan BerbagiSerupa: Setiap penggunaan atau adaptasi karya wajib mencantumkan nama penulis asli dan mengakui publikasi awalnya di jurnal ini. Selain itu, jika pihak lain mengubah atau membuat turunan dari materi ini, mereka wajib menyebarluaskan kontribusinya tersebut dengan lisensi yang sama persis seperti aslinya.












