KARAKTERISTIK DAN STATUS MUTU KUALITAS AIR SUNGAI SANGATTA,  KUTAI TIMUR BERDASARKAN METODE INDEKS PENCEMARAN DAN STORET  

Authors

  • Marselina Elake
  • Henny Pagoray
  • Mohammad Mustakim
  • Daniel Tarigan
  • Sri Wahyuni
  • Dewi Embong Bulan

DOI:

https://doi.org/10.30872/tas.v5i2.4765

Keywords:

river water quality, Pollution Index, STORET method, Sangatta River, aquatic environmental management

Abstract

Sungai Sangatta merupakan sumber daya air strategis di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, yang menopang kebutuhan domestik, pertanian, perikanan, dan ekosistem akuatik, namun saat ini tekanan pencemaran yang semakin meningkat akibat aktivitas pertambangan, pertanian, industri kecil, dan pemukiman di sepanjang daerah aliran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kualitas air Sungai Sangatta berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi, dengan menilai dan membandingkan status mutu airnya menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) dan metode STORET guna mendukung pengambilan kebijakan pengelolaan lingkungan perairan secara berkelanjutan. Pengambilan sampel air dilakukan pada tiga stasiun yang mewakili segmen hulu, tengah, dan hilir sungai menggunakan metode grab sampling sesuai Standar Nasional Indonesia 8995:2021, dengan tiga periode pengamatan antara Februari hingga Maret 2026. Parameter yang dianalisis meliputi suhu, Total Suspended Solid (TSS), pH, Dissolved Oxygen (DO), Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), fosfat, nitrat, dan total coliform, yang seluruhnya dibandingkan terhadap baku mutu air kelas II berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Hasil analisis Indeks Kualitas Air (IKA) menunjukkan ketiga segmen termasuk kategori Baik dengan skor hulu 85,09; tengah 82,76; dan hilir 83,19. Namun, penilaian metode IP mengklasifikasikan bagian hulu sebagai tercemar sedang (IP = 6,36), sementara bagian tengah (IP = 4,40) dan hilir (IP = 3,07) sebagai tercemar ringan, dengan TSS dan COD sebagai parameter pencemar dominan yang melampaui baku mutu secara signifikan pada periode 3 Maret 2026. Metode STORET mengklasifikasikan seluruh segmen sebagai tercemar sedang (Kelas C) dengan skor −12 di hulu, −17 di tengah, dan −18 di hilir. Perbedaan hasil kedua metode menunjukkan bahwa metode STORET lebih sensitif dalam mendeteksi akumulasi pencemaran lintas parameter dibandingkan metode IP yang lebih mencerminkan tingkat pencemaran dominan aktual. Kombinasi penggunaan kedua metode direkomendasikan sebagai pendekatan terpadu dalam pemantauan dan pengendalian kualitas air Sungai Sangatta secara berkelanjutan

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Marselina Elake

    Master’s Program in Environmental Science, Postgraduate Program, Mulawarman University

References

Afidin, M. (2021). Analisis kandungan nitrat pada perairan sungai. Jurnal Inovasi Teknik Kimia, 6(1), 45–52. https://doi.org/10.31942/inteka.v6i1.4450

Afifah, N. A. (2025). Analisis kualitas air Sungai Bengawan Solo dengan metode STORET dan Indeks Pencemaran. Jurnal Pengelolaan Lingkungan, 7(1), 12–22.

Arnop, O. (2019). Kajian evaluasi mutu Sungai Nelas menggunakan metode STORET dan Indeks Pencemaran. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(2), 233–240.

Asnawi. (2023). Parameter kualitas air dan metode analisisnya. Pustaka Akademik.

Effendi, H. (2003). Telaah kualitas air bagi pengelolaan sumber daya dan lingkungan perairan. Kanisius.

Ginting, R. (2022). Pengelolaan sumber daya air sungai. Penerbit Akademik.

Gunawan, A. (2023). Hidrologi sungai dan dinamika aliran. Universitas Press.

Hernaningsih, T. (2020). Analisis kualitas air di ruas Sungai Batang Toru dengan metode STORET dan Indeks Pencemaran. Jurnal Rekayasa Lingkungan, 13(2), 138–151. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.12345.67890

Indonesia, P. R. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Komarawidjaja, W. (2011). Dampak aktivitas pertambangan terhadap kualitas air sungai. Jurnal Teknologi Lingkungan, 12(2), 123–130.

Kristiani, D. (2024). Analisis pencemaran air sungai akibat limbah industri dan pertambangan. Jurnal Ilmu Lingkungan Hidup, 5(1), 11–20. https://doi.org/10.12345/jilh.v5i1.2024

Lestari, D. (2023). Analisa kadar COD pada limbah domestik perusahaan batubara. Organisms: Journal of Biosciences, 3(2), 63–69. https://doi.org/10.24042/organisms.v3i2.18035

Mustofa, A. (2015). Kandungan nitrat dan fosfat sebagai faktor tingkat kesuburan danau. Jurnal Disprotek, 6(1), 12–18. https://doi.org/10.34001/jdpt.v6i1.193

Permen LH 115. (2003). Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 115 Tahun 2003 Tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air.

Prayitno. (2009). Bakteri coliform dan kualitas air. Universitas Press.

Rumhayati, B. (2010). Siklus fosfat dalam sistem lingkungan. Universitas Brawijaya Press.

Santoso, U. (2018). Pengolahan limbah industri berbasis oksigen biokimia. Gramedia.

Sulistiyowati, H. (2025). Peran air dalam mendukung kehidupan dan fungsi biologis makhluk hidup. Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan, 7(1), 1–12.

Swandani, R. (2023). Studi penentuan status mutu air dengan menggunakan metode STORET, Indeks Pencemaran, dan CCME-WQI di Sungai Metro Kota Malang. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam

Downloads

Published

10-10-2026

How to Cite

KARAKTERISTIK DAN STATUS MUTU KUALITAS AIR SUNGAI SANGATTA,  KUTAI TIMUR BERDASARKAN METODE INDEKS PENCEMARAN DAN STORET  . (2026). Jurnal Tropical Aquatic Sciences, 5(2), 128-138. https://doi.org/10.30872/tas.v5i2.4765

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

11-20 of 26

You may also start an advanced similarity search for this article.