KARAKTERISTIK MORFOMETRIK DAN BERAT GONAD BULU BABI (Diadema setosum) DI PADANG LAMUN PERAIRAN PULAU BADAK – BADAK, KOTA BONTANG
DOI:
https://doi.org/10.30872/tas.v5i2.1524Keywords:
Bulu babi, Gonad, Morfometrik, Padang Lamun, Pulau Badak-Badak, Kota Bontang.Abstract
Bulu Babi yang keberadaannya sebagai organisme yang banyak hidup di padang lamun dan terumbu karang di kota Bontang berperan dalam mengendalikan makroalga. Selain itu kandungan nutrisi pada bagian gonadnya menjadi salah satu faktor ekonomis yang perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfometrik dan kondisi gonad dari bulu babi (Diadema setosum) yang tersebar di padang lamun perairan Pulau Badak-Badak, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Pelaksanaan penelitian telah dilakukan pada Agustus 2023 hingga Januari 2024. Lokasi penelitian difokuskan pada habitat lamun Enhalus acoroides yang mendominasi. Kerapatan lamun rata-rata mencapai 192 tegakan/m2 di Stasiun Utara, sedangkan di stasiun barat 184 tegakan/m2 dan terakhir di stasiun timur 134 tegakan/m2. Dari ketiga stasiun, ditemukan bulu babi sebanyak 30 ind/m2, dengan 11 individu di stasiun utara, 10 individu di stasiun barat dan 9 individu di stasiun timur. Analisis morfometrik bulu babi menunjukkan variasi antar stasiun, sedangkan berat gonad berkorelasi dengan berat bulu babi dan besarnya ukuran morfometrik secara keseluruhan. Kondisi terbaik yang ditemukan tercatat di Stasiun Utara, dengan evaluasi indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi menunjukkan tingkat keanekaragaman jenis yang bervariasi dari rendah hingga sedang di semua stasiun. Parameter fisika dan kimia air terukur masih dalam batas normal yang menyokong kehidupan organisme laut, kecuali nitrat yang lebih tinggi dari baku mutu, serta substrat sedimen yang terkonfirmasi memiliki jenis pasir berlempung di semua stasiun. Korelasi yang signifikan ditemukan antara kelimpahan bulu babi dan kerapatan lamun, terutama di lingkungan dengan kondisi fisika-kimia yang optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman dinamika ekosistem pesisir di Pulau Badak-Badak serta implikasinya terhadap konservasi dan manajemen sumberdaya hayati di kawasan tersebut.
Downloads
References
Afifa, F. H., Supriharyono, S., & Purnomo, P. W. (2018). Penyebaran Bulu Babi (Sea urchins) di Perairan Pulau Menjangan Kecil, Kepulauan Karimunjawa, Jepara. Management of Aquatic Resources Journal. 6(3), 230-238.
Burhanuddin, Asdar. (2012). Kajian Biologi Reproduksi Bulu Babi (Diadema setosum) pada Habitat yang Berbeda di Perairan Teluk Kayeli, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, Maluku [Tesis]. Makassar: Pascasarjana Ilmu Perikanan, Universitas Hasanuddin, 53 hlmn.
Dobo, J. (2009). Tipologi Komunitas Lamun Kaitannya dengan Populasi Bulu Babi di Pulau Hatta, Kepulauan Banda, Maluku [Tesis]. Bogor: Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Gunarto, Gunarto, and Edi Setiabudi. "Perkembangan gonad bulu babi (Tripneustes Gratiila) di Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan." Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia 8.4 (2017): 47-54.
Haryanti, D., Sari, L. I., & Irawan, A. "Karakteristik Morfometrik dan Gonad Bulu Babi di Padang Lamun Perairan Pulau Badak-Badak Kota Bontang Kalimantan Timur." Skripsi, [Nama Universitas], 2024.
Muthia, A. A., Nurjaya, I. W., & Setiawan, F. "Morfometrik dan Kondisi Gonad Bulu Babi (Tripneustes gratilla) di Padang Lamun Pulau Tanakeke Kabupaten Barru." Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, vol. 13, no. 2, 2021, pp. 127-134.
Rahayu, R., & Nurdin, M. A. "Karakteristik Morfometrik dan Kondisi Gonad Bulu Babi (Tripneustes gratilla) di Perairan Pantai Timur Pulau Pasir Kecil Kabupaten Buton Tengah." Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, vol. 23, no. 1, 2018, pp. 35-42.
Roem, M., Setianingrum, R., & Weliyadi, E. (2022). Association Between Echinoid And Seagrass Community In Derawan Island Waters. Journal of Aquatropica Asia, 7(2), 104-116. https://doi.org/10.33019/joaa.v7i2.3608
Rozi, K., Pertiwi, N. P., & Mustika, I. K. "Morfometrik dan Kondisi Gonad Bulu Babi (Tripneustes gratilla) di Perairan Pantai Timur Pulau Sumbawa." Jurnal Ilmu Kelautan, vol. 8, no. 2, 2020, pp. 89-96.
Samuel, Pratama Diffi, Dewa Gede Raka, and Bagyo Yanuwiyadi. "Species and abundance of sea urchins (Diadematidae) on different environmental pressure conditions." Journal of Tropical Life Science 7.2 (2017): 146-150.
Setyati, Wilis Ari, et al. "Monitoring bakteri coliform pada pasir pantai dan air laut di wisata pantai marina dan pantai baruna." Jurnal Kelautan Tropis 25.1 (2022): 113-120.
Smith “Characteristics of Sea Urchin Habitats: A Study on the Habitat Preferences of Sea Urchins in the Coastal Waters of Badak-Badak Island, Bontang City, East Kalimantan.” Journal of Marine Ecology, vol. 32, no.2, 2023, pp. 45-58.
Suryanti, S., Fatimah, P. N. P. N., & Rudiyanti, S. (2020). Morfologi, Anatomi dan Indeks Ekologi Bulu Babi di Pantai Sepanjang, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Buletin Oseanografi Marina. 9(2), 93-103. Suwandi, E., Dewantara, B., & Wardiatno, Y. "Morfometrik dan Kondisi Gonad Bulu Babi (Tripneustes gratilla) di Perairan Pantai Barat Pulau Bali." Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, vol. 11, no.1, 2019, pp. 1-10.
Thamrin, Thamrin, Yudha Januarizki Setiawan, and Sofyan Husein Siregar. "Analisis Kepadatan Bulu Babi Diadema Setosum Pada Kondisi Terumbu Karang Berbeda Di Desa Mapur Kepulauan Riau." Jurnal Ilmu Lingkungan 5.1 (2011): 45-53.
Tupan, J., & Bernita, Br. S. (2017). Karakteristik Fisik-Kimia Bulu Babi Diadema Setosum dari Beberapa Perairan Pulau Ambon. Jurnal Triton. 13(2), 71-78.
Downloads
Published
Issue
Section
Categories
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Tropical Aquatic Sciences

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Articles published in Jurnal Tropical Aquatic Sciences are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
By publishing with this journal, authors agree to the following terms:
-
Sharing and Adaptation: The CC BY-SA 4.0 license permits others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) for any purpose, even commercially.
-
Attribution and ShareAlike: Any use or adaptation of the work must provide appropriate credit to the original authors and acknowledge its initial publication in this journal. Furthermore, if others remix, transform, or build upon the material, they must distribute their contributions under the same license as the original.
Artikel yang diterbitkan di Jurnal Tropical Aquatic Sciences dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Dengan menerbitkan artikel di jurnal ini, penulis menyetujui ketentuan berikut:
Berbagi dan Adaptasi: Lisensi CC BY-SA 4.0 mengizinkan pihak lain untuk berbagi (menyalin dan menyebarluaskan materi) dan mengadaptasi (mengubah dan membuat turunan dari materi) untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Atribusi dan BerbagiSerupa: Setiap penggunaan atau adaptasi karya wajib mencantumkan nama penulis asli dan mengakui publikasi awalnya di jurnal ini. Selain itu, jika pihak lain mengubah atau membuat turunan dari materi ini, mereka wajib menyebarluaskan kontribusinya tersebut dengan lisensi yang sama persis seperti aslinya.












