ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN DI SUNGAI KARANG MUMUS
DOI:
https://doi.org/10.30872/tas.v5i1.497Keywords:
Struktur makroozoobentos, Thiara scabra, Melanoides tuberculata, Sungai Karang MumusAbstract
Sungai Karang Kumus merupakan sungai yang berada di tengah perkotaan Kota Samarinda yang menjadi salah satu jalur transportasi air dan sumber aktivitas domestik bagi warga yang berada di sekitar daerah aliran sungai. Jika tidak dilakukan pengelolaan yang baik, maka dampak negatif terhadap sumberdaya sungai seperti menurunnya kualitas air dan terganggunya biota perairan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Maret – April 2022. Makrozoobentos telah digunakan sebagai indikator biologis dalam menentukan kualitas sungai karena hidupnya relatif diam di dasar sungai. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari struktur komunitas makrozoobentos yang meliputi jenis, kelimpahan, keseragaman, keanekaragaman, dominansi dan menganalisis hubungan keberadaan makrozoobentos sebagai bioindikator dengan kualitas perairan di Sungai Karang Mumus. Stasiun pengamatan tersebar di sepanjang aliran Sungai Karang Mumus yaitu sebanyak 6 stasiun pengamatan yaitu jembatan satu, jembatan sunga dama, jembatan perniagaan, jembatan glatik, jembatan pm noor, dan jembatan muang hilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter fisika-kimia yang diamati menunjukkan bahwa Sungai Karang Mumus tergolong perairan yang mengalami pencemaran dalam tingkat sedang (suhu, kecerahan pH, DO, COD, BOD, H2S, CO2). Selama penelitian diperoleh 8 jenis makrozoobentos yang tergolong dalam 2 kelas yaitu Gastropoda dan Bivalvia. Jenis-jenis makrozoobentos yang di temukan adalah Thiara scabra, Tarebia granifera, Melanoides tubercullata, Melaniodes turriculus, Pomacea canaliculata, Pomacea maculate, Gylaurus convexiculus, Corbucula fluminea. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata terhadap parameter pengamatan antar stasiun dan ulangan dengan nilai Sig P(0,931) > Sig ɑ(0,05). Hasil pengamatan parameter kimia-fisika perairan yang di amati dan di kaitkan dengan makrozoobentos terdapat kesesuaian di antara keduanya, yaitu kondisi Sungai Karang Mumus mengalami pencemaran dalam tingkat sedang
Downloads
References
Barus. (2004). Faktor-Faktor Lingkungan Abiotik Dan Keanekaragaman Plankton Sebagai Jurnal Mahasiswa Dan Lingkungan X.
Borror. D. J, T. C. (1992). Pengenalan Pelajaran Serangga. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air : Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius, Yogyakarta. hal 258.
Brower, J., Jerrold, Z., & Ende, C. V. (1990). Field and Laboratory Methods for Genera Zoology. (3rd ed). United States of America: W.M.C Brown Publishers.
Fachrul, M. F. (2008). Metode Sampling Bioekologi. Penerbit PT. Bumi Aksara.
Faiqoh, E., Hayati, H., & Yudiastuti, K. (2016). Studi Komunitas Makrozoobenthos di Kawasan Hutan Mangrove Pulau Penyu, Tanjung Benoa, Bali. Journal of Marine and Aquatic Sciences, 2(1), 23-28.
Insafitri, I. (2010). Keanekaragaman, Keseragaman, Dan Dominansi Bivalvia Di Area Buangan Lumpur Lapindo Muara Sungai Porong. Kelautan Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 3(1), 54-59.
M.Zahidin. (2013). Kajian Kualitas Air di Muara Sungai Pekalongan Ditinjau Dari Indeks. Tesis. 31.
Masdiana Sinambela. (2015). Makrozoobentos dengan parameter fisika dan kimia di perairan Sungai Babura Kabupaten Deli Sedang. Jurnal Biosains” vol 1 no 2.
Musthopa Aqil, R. (2014). Analisis Struktur Komunitas Makrozoobentos Di Perairan Sungai Wedang Kabupaten Demak. Management Of Aquatic Resources , 2.
Nuriya H, H. Z. (2010). Analisis Parameter Fisika Kimia di Perairan Sumenep Bagian Timur dengan menggunakan Citra Landsat TM 5. Kelautan vol.3, 2.
Octasari, Z., Hasnunidah, N., & Marpaung, R. R. T. (2018). Pengembangan Buku Penuntun Praktikum Pencemaran Lingkungan dengan Model Argument-Driven Inquiry (ADI). Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah, 6(1)
Purwanto, S. B. 2013. Studi Kualitas Perairan Danau Sentani Menggunakan Bioindikator. Jurnal Biologi Papua. halaman 54.
Putra, S. P. (2014). Metode Sampling Penelitian. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Rijaluddin, A. F., Wijayanti, F., & Haryadi, J. (2017). Struktur komunitas makrozoobentos di Situ Gintung, Situ Bungur dan Situ Kuru, Ciputat Timur. Jurnal Teknologi Lingkungan, 18(2), 139-147.
Suartini, N. M. 2007. Identifikasi Makrozoobentos di Tukan Bausan Desa Pererenan. Jurnal Ilmiah Ectotropik, 41.
Vita Pramaningsiha, S. S. (2017). Kajian Persebaran Spasial Kualitas Air Sungai Karang Mumus Samarinda Kalimantan Timur. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 7No. 3, h-2.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Tropical Aquatic Sciences

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













