KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA BADAN AIR DAN SEDIMEN DI SUNGAI BELAYAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DOI:
https://doi.org/10.30872/tas.v1i1.470Keywords:
Sungai Belayan, Logam Berat, Kualitas Air, Metode Chi-squareAbstract
Sungai Belayan merupakan sungai yang bermuara di Sungai Mahakam dengan panjang 65 km, lebar 30 – 100 m dan kedalaman 5 – 10 m. Di sepanjang sungai Belayan terdapat banyak kegiatan industri yang menghasilkan limbah, seperti pertambangan, pembuatan kapal, dan pertanian yang diduga memberikan kontribusi logam ke perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat pada badan air dan sedimen di sungai Belayan. Pengambilan sampel air dan sedimen dilakukan pada bulan Februari 2020 di sungai Belayan di 12 stasiun penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter kualitas air seperti suhu, kekeruhan, kedalaman, pH dan DO masih berada pada level yang baik sesuai baku mutu. Sedangkan untuk Total Suspended Solid (TSS), tingkat kecerahan dan kedalaman sudah melewati baku mutu yang ditentukan. Kadar logam berat di sedimen lebih tinggi dibandingkan di kolom air. Hal ini terlihat dengan adanya logam berat yang memenuhi baku mutu menurut United State Environmental Protection Agency (USEPA, 2004) seperti logam berat Cd pada stasiun 1, 2, 3, 4 dan 6. Hasil analisis kandungan logam berat dalam sedimen berdasarkan perhitungan Chi-square diperoleh nilai x2 Hitung > x2 Tabel yang berarti Ho ditolak, yang mana terdapat perbedaan kandungan logam berat yang signifikan pada setiap stasiun.
References
Ainuddin., W. 2017. Studi pencemaran logam berat merkuri (Hg) di Perairan Sungai Tabobo Kecamatan Malifut Kabupaten Halmahera Utara. Jurnal Ecosystem; 17(1):653-659 Badan Pusat Statistik (BPS). 2017. Kutai Kartanegara dalam Angka 2017. Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Kalimantan Timur.
Barus, B.S. 2017. Analisis kandungan logam berat kadmium (Cd) dan merkuri (Hg) pada air dan sedimen di Perairan Muara Sungai Banyuasin. Jurnal Maspari; 9(1):69-76
Effendi, H. 2003. Telaah kualitas air bagi pengelolaan sumberdaya dan lingkungan. Kanisius. Yogyakarta.
IADC/CEDA Staff. 1997. Environmental Aspects of Dredging: 2a. Convention, Codes, and Conditions: Marine Disposal. Netherlands: International Association of Dredging Companies.
Kinanti, T.E., Siti, R., & Frida. 2014. Kualitas perairan Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan ditinjau dari faktor fisika-kimia sedimen dan kelimpahan hewan makrobentos. Jurnal Of Maquares; 3(1):160-167.
Mahyudin, Soemarno, & Prayogo, T.B. 2015. Analisis kualitas air dan strategi pengendalian pencemaran air Sungai Metro di Kota Kepanjen Kabupaten Malang. J-PAL; 6(2):105-114.
Masriadi. 2019. Analisis laju distribusi cemaran Kadmium (Cd) di Perairan Sungai Jeneberang Kabupaten Gowa. Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian; 5:14-25
Nala, I.W.L., & Indriani, N. 2020. Pengembangan ekowisata sungai berbasis masyarakat di Desa Pela Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Journal of Tourism and Creativity; 4(2):85-93.
Safitri, N.A., Rifardi, & Hamidi, R. 2009. Konsentrasi logam berat (Cd dan Pb) pada sedimen permukaan Perairan Teluk Bayur Provinsi Sumatera Barat Indonesia. Jurnal Perikanan dan Kelautan; 2(3):80-86.
Permatasari, H.A. 2017. Analisis Logam Berat Cu, dan Co dan V pada Sedimen Perairan Kabupaten Mamuju Menggunakan Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectroscopy (ICP-OES) [Skripsi] Makassar. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin.
Petrucci, R. 1982. Kimia dasar. Erlangga: Jakarta.
Palar, H. 1994. Pencemaran dan toksikologi logam berat. PT. Rineka Cipta, Jakarta.
Patty, J.O., Siahaan, R., Pience, & Maabuat, V. 2018. Kehadiran logam-logam berat (Pb, Cd, Cu, Zn) pada air dan sedimen Sungai Lowatag, Minahasa Tenggara-Sulawesi Utara. Jurnal Bioslogos; 8(1):15-20.
Permata, M.A.A.D., Anna, I.S.P., & Diansyah, G. 2018. Kandungan logam berat Cu (tembaga) dan Pb (timbal) pada air dan sedimen di Kawasan Industri Teluk Lampung, Provinsi Lampung. Jurnal Tropical Marine Science; 1(1):7-14.
Sagita, R., Suwondo, & Yustina. 2014. Analisis logam berat timbal (Pb) dan kadmium (Cd) pada Perairan Sungai Sail Kota Pekanbaru berdasarkan bioindikator Keong Mas (Pomacea Canaliculata) sebagai rancangan modul biologi konsep pencemaran lingkungan di SMA. Jurnal Pendidikan Biologi; 1-13
Sudjana. 1993. Metode statiska. Bandung: Tarsito
Salmin. 2005. Oksigen terlarut (DO) dan kebutuhan oksigen biologi (BOD) sebagai salah satu indikator untuk menentukan kualitas perairan. Jurnal Oseana; 30:21-26.
Syamsuddin, R. 2014. Pengelolaan kualitas air: teori dan aplikasi di sektor pertanian. Makassar. Pjar Press.
Tresna, S.A. 1991. Pencemaran lingkungan. Rineka Cipta. Jakarta
(US-EPA) United States Environmental Protection Agency. 2004. The Incidence and Severity of Sediment Contamination in Surface Waters of the United States, National Sediment Quality Survey: Second Edition. Washington Dc: Standards and Health Protection Division.
Wibowo, M. 2017. Kajian kualitas air dan sedimen dasar Sungai Kutai Lama-Kab. Kutai Kartanegara sebagai pertimbangan awal rencana pengerukan. Jurnal Presipitasi; 14(1):24-28.
Yulianti. 2010. Akumulasi logam Pb di Perairan Sungai Sail dengan menggunakan bioakumulator Enceng Gondok. Jurnal Perikanan dan Kelautan; 15(1): 39-49.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Tropical Aquatic Sciences

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.