Ketidaksetaraan Gender dalam Partisipasi Pengambilan Keputusan Pengelolaan Sumber Daya Alam
DOI:
https://doi.org/10.30872/dohgisin.4380Keywords:
ketidaksetaraan gender, sumber daya alam, keadilan lingkunganAbstract
Ketidaksetaraan gender dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) masih menjadi persoalan mendasar yang memengaruhi efektivitas, keberlanjutan dan keadilan dalam tata kelola lingkungan. Meskipun perempuan memiliki pengetahuan lokal dalam pengelolaan lahan, air, dan hutan, partisipasi mereka dalam mengambil keputusan sering terbatas karena faktor sosial, budaya, ekonomi dan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk ketimpangan dalam partisipasi pengambilan keputusan pengelolaan SDA di Indonesia, mengidentifikasi faktor penyebabnya, serta merumuskan strategi pemberdayaan yang dapat meningkatkan kesetaraan. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sistematik dengan menelaah berbagai sumber akademik, laporan lembaga internasional, serta kebijakan pemerintah terkait gender di sektor lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan utama partisipasi perempuan terletak pada norma-norma patriarki yang mengakar, struktur kelembagaan yang tidak menyeluruh, serta kurangnya akses terhadap sumber daya dan informasi. Selain itu, kebijakan yang sering kali gagal mengakomodasi peran dan kebutuhan perempuan di tingkat lokal. Pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan SDA memerlukan pendekatan yang holistik, melibatkan transformasi kelembagaan, peningkatan kapasitas, serta penguatan posisi perempuan sebagai pemain strategis dalam tata kelola sumber daya. Dengan demikian, integrasi perspektif gender dalam kebijakan lingkungan bukan hanya persoalan keadilan sosial, tetapi juga prasyarat penting bagi keberlanjutan ekologis dan kesejahteraan masyarakat.
Downloads
References
Alam, S. D. (2025). Gender, pembangunan, konflik pengelolaan sumber daya alam. Konflik & Pembangunan Politik Kepulauan, 41–55.
Anggraini, O., Hariadi, S. S., Partini, P., & Mudiyono, M. (2016). Akses, kontrol, manfaat dan partisipasi masyarakat pesisir dalam program Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) perspektif gender. Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial, 40(3), 205–216.
Apriani, N., & Rahayu, S. N. (2024). Peran dan tantangan perempuan dalam pengelolaan sumber daya alam pesisir di Desa Kp. Jawa, Aceh Utara. Jurnal Metrum, 2(1), 53–64.
Araski, I. (2025). Perlindungan hukum terhadap hak-hak penduduk dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan pada PLTMH di Nagari Lubuk. Jurnal Hukum Lingkungan, 5(2), 995–1010.
Budiasto, L. I., Sudarwanto, A. S., & Purwadi, H. (2025, Oktober). Pengelolaan sumber daya alam dan prospek keadilan agraria di Indonesia: Kajian hukum dan kebijakan. Prosiding Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Hukum, 74–86.
Chika, P. N., Siregar, G. D. N., Sinaga, K. M., & Ummah, A. (2025). Ketidaksetaraan gender dalam pembangunan perdesaan dan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan di Nusa Tenggara Timur pada periode kepemimpinan Victor Laiskodat 2018. Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa, 6(2), 12–25.
Down to Earth. (2004, November). Perempuan, tanah dan sumber daya alam. https://www.downtoearth-indonesia.org/id/story/perempuan-tanah-dan-sumber-daya-alam
Gemawan. (2025). Air, perempuan, dan tantangan pengelolaan sumberdaya alam. https://gemawan.org/air-perempuan-dan-tantangan-pengelolaan-sda/
Hesti, D. E. P., Adiansyah, J. S., & Johari, H. I. (2025). Peran pemerintah daerah dan organisasi non-pemerintah dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan perdesaan. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 11(2), 490–502.
Laurentia, S. C., Winarni, A. T., & Harsoyo, H. (2024). Pemberdayaan peran gender dalam pengelolaan sumberdaya air di Desa Prampelan, Kabupaten Demak melalui sosialisasi dan pelatihan teknologi ramah lingkungan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 4(5), 1415–1426.
Maulana, R. (2018, Juni). Peran modal sosial dalam partisipasi perempuan pesanggem pada program PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat) [Skripsi/Tesis]. Universitas Indonesia.
Meylan, M. (2014). Partisipasi perempuan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Jurnal Musawa IAIN Palu, 6(2), 236–259.
Nurhalima, N., & Adelia, A. (2025). Ekologi berwawasan gender dalam Al-Qur’an: Analisis tematik berbasis Tafsir Al-Misbah dan Al-Azhar. Mushaf Journal: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis, 5(2), 494–504.
Ritonga, S. (2024). Partisipasi masyarakat desa dalam pengambilan keputusan berbasis dynamic governance. Dalam Dinamika reformasi administrasi publik: Tantangan dan peluang di era global (hlm. 57–72). IPB Press.
Saragih, D. E. (2022). Peran perempuan dalam pengelolaan bantuan Program Keluarga Harapan: Perspektif sosiologi gender. Sosio Informa, 8(3), 285–300.
Sartika, P. (2024, Maret 1). Kesenjangan gender menghambat peran perempuan dalam pengelolaan sumber daya alam. https://www.ekuatorial.com/kesenjangan-gender-sda
Septiana, N. (2021). Peran LSM dalam mendukung kebijakan pengarusutamaan gender pada kegiatan pengelolaan sumberdaya alam (Studi kasus pada LSM RMI Bogor). Agrides: Jurnal Agribisnis Perdesaan, 1(2), 158–165.
Sriharini, S., Al Fajar, A. H., Syamraeni, S., Mudfainna, M., & Sari, N. (2024). Peran kesetaraan gender dalam meningkatkan produktivitas SDM dan pertumbuhan ekonomi. Journal Tafkirul Iqtishodiyyah, 4(2), 18–29.
UN Women. (2022, February 27). Explainer: How gender inequality and climate change are interconnected. https://www.unwomen.org/en/news-stories/explainer/2022/02/explainer-how-gender-inequality-and-climate-change-are-interconnected
Yanti, F., Ramadhani, M., Haq, F. N., & Pratiwi, D. T. (2025). Kesetaraan gender sebagai pilar pembangunan masyarakat: Tantangan, strategi, dan rekomendasi kebijakan. Tatar Pasundan: Jurnal Diklat Keagamaan, 19(2), 119–133.
Yulianti, T., & Sari, R. M. (2025). Perspektif gender dalam pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Arimbi melalui program Corporate Social Responsibility di Adisucipto Yogyakarta. Journal of Science and Social Research, 8(1), 660–667.
Yurike, Y., & Syafruddin, Y. S. (2025). Peran gender dalam kegiatan pertanian di Nagari Api-Api Pasar Baru Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Insologi: Jurnal Sains dan Teknologi, 4(1), 33–43.
Zulfiyani, N. (2024). Ketimpangan gender dalam kepemilikan lahan dan pengambilan keputusan pertanian di kalangan perempuan petani pedesaan. Universitas Mulawarman.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fidjri Erianto, Muhammad Jumadi, Suryaningsi Suryaningsi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This license permits use, sharing, adaptation, distribution, and reproduction in any medium or format as long as you give appropriate credit to the original author(s) and the source, provide a link to the Creative Commons license, and indicate if changes were made. If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under a CC BY-SA license. The images or other third party material in this work are included under the Creative Commons license unless indicated otherwise in a credit line to the material.
Under the following terms:
- Attribution: You must give appropriate credit , provide a link to the license, and indicate if changes were made . You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike: If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
- No additional restrictions: You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).












