Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Maluku: Studi Kasus Usaha Mikro Berbasis Kearifan Lokal
DOI:
https://doi.org/10.30872/dohgisin.3784Keywords:
pemberdayaan ekonomi, perempuan maluku, usaha mikro, kearifan lokal, kesetaraan genderAbstract
Pemberdayaan ekonomi perempuan merupakan salah satu indikator penting dalam pencapaian kesetaraan gender dan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan ekonomi perempuan Maluku melalui usaha mikro yang berbasis kearifan lokal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menggali pengalaman perempuan Maluku yang menjalankan usaha mikro dengan memanfaatkan potensi lokal seperti pengolahan sagu, kerajinan tradisional, dan produk hasil laut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 20 pelaku usaha mikro perempuan di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah, observasi partisipan, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha mikro berbasis kearifan lokal telah memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi perempuan Maluku. Namun, masih terdapat kendala dalam hal akses permodalan, pemasaran produk, dan penguasaan teknologi. Penelitian ini menemukan bahwa kearifan lokal tidak hanya berfungsi sebagai basis produksi, tetapi juga sebagai strategi adaptasi dan resiliensi ekonomi perempuan dalam menghadapi tantangan modernisasi. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya dukungan kebijakan yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam program pemberdayaan ekonomi perempuan di Maluku.
Downloads
References
Afdhal, A. (2023). Peran perempuan dalam perekonomian lokal melalui ekowisata di Maluku: Tinjauan sosio-ekologi dan sosio-ekonomi. Resiprokal: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual, 5(2), 154–168.
Almahdali, H. (2023). Kebijakan pemberdayaan perempuan di Negeri Suli: Tinjauan terhadap peran perempuan dalam pembangunan lokal. SEMAR: Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat, 1(4), 112–125.
ANTARA News Ambon. (2021, Agustus 2). Pengolahan sagu tradisional masih bertahan di Maluku, tak terpengaruh PPKM. https://ambon.antaranews.com/berita/103670/
Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku. (2023). Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Provinsi Maluku tahun 2022 sebesar 0,527, naik 0,006 poin dibandingkan 2021. https://maluku.bps.go.id/en/pressrelease/2023/08/01/683/
Hani, U., Rachmania, I. N., Setyaningsih, S., & Putri, R. C. (2012). Patterns of Indonesian women entrepreneurship. Procedia: Economics and Finance, 4(1), 327–336.
Hardiansyah, et al. (2024). The ethnoscience study on eucalyptus oil distillation in Buru Island as a source for learning chemistry. Journal of Tropical Chemistry Research and Education, 6(2), 85–94.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. (2020). Rencana pembangunan jangka menengah nasional 2020-2024: Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Bappenas.
Kurniawati, M., Fadhilah, L. N., & Nastiti, D. W. (2025). Peran strategi pemasaran UMKM melalui digital marketing sebagai upaya meningkatkan daya saing produk berbasis kearifan lokal di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur. Journal of Management: Small and Medium Enterprises, 3(2), 45–58.
Mahulette, F., Matulessy, Y. M., Pattiasina, E. B., & Rupilu, M. R. (2021). Processing and utilization of sago palm in Central Moluccas. Local Wisdom: Scientific Online Journal, 13(1), 12–20.
Marasabessy, S., & Tuasamu, A. (2016). The strategy of exploring local resources through the role of woman. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 15(2), 88–97.
Rachmawati, M. (2025). Pemberdayaan masyarakat perempuan dalam pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM): Pendekatan kuantitatif untuk peningkatan ekonomi kerakyatan. Edusight: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(3), 210–222.
United Nations Development Programme. (2022). Human development report 2021-22: Uncertain times, unsettled lives: Shaping our future in a transforming world. UNDP.
Universitas Airlangga. (2024, Desember 19). Pemberdayaan perempuan di Indonesia dalam peran ekonomi. https://unair.ac.id/pemberdayaan-perempuan-di-indonesia-dalam-peran-ekonomi/
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nur Fadilah, Sumirsa Busra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This license permits use, sharing, adaptation, distribution, and reproduction in any medium or format as long as you give appropriate credit to the original author(s) and the source, provide a link to the Creative Commons license, and indicate if changes were made. If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under a CC BY-SA license. The images or other third party material in this work are included under the Creative Commons license unless indicated otherwise in a credit line to the material.
Under the following terms:
- Attribution: You must give appropriate credit , provide a link to the license, and indicate if changes were made . You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike: If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
- No additional restrictions: You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).












