PENGAWETAN TELUR AYAM DENGAN ANTIMIKROBA ALAMI

Authors

  • May Dwi Yuri Santoso Author

Keywords:

Pengawetan telur ayam, antimikroba alami

Abstract

Mayoritas mata pencaharian penduduk Sragen adalah sebagai petani. Salah satu bidang pertanian yang ada adalah beternak ayam petelur berada di Kecamatan Sambirejo, Masaran dan Gondang. Peternak ayam petelur ini memasok kebutuhan telur 
ayam di Kabupaten Sragen. Penduduk Sragen pada umumnya masih mengandalkan asupan nutrisi sumber gizi hewani salah satunya bersumber dari telur ayam. Telur ayam dalam penyimpanan suhu kamar hanya mampu bertahan maksimal 14 hari. Hal ini dapat disebabkan karena adanya bakteri pathogen yang menempel pada kulit atau cangkang telur ayam menyebabkan mempercepat proses membusuknya telur ayam. Agar telur ayam lebih tahan lama maka diperlukan metode alternatif pengawetan telur ayam yaitu dengan antimikroba alami. Antimikroba alami dapat diperoleh dari daun pepaya. 
Sepengetahuan penulis metode alternatif ini belum pernah dilakukan sehingga dapat menjadi sebuah kreatifitas dan inovasi. Dasar pemikiran metode ini adalah antimikroba alami dari daun pepaya akan mematikan atau menghambat pertumbuhan bakteri pathogen sehingga telur ayam akan menjadi lebih awet dan tidak cepat membusuk. Hasil penelitian didapatkan hasil telur ayam dapat diawetkan dengan antimikroba alami selama 28 hari.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adeyeye A, Ayoola PB. 2010. Effect Of Heating On The Chemical Composition And Physico – Chemical Properties Of Arachis Hypogea (Groundnut) Seed Flour And Oil. Pakistan Journal of Nurition 9 (8): 751-754

Badan Standarisasi Nasional (BSN). 2008. SNI 3926:2008 Telur Ayam Konsumsi. Jakarta : BSN.

Buckle, K. A, Edwards, R. A, Fleet, G. H, and Wooton M, diterjemahkan oleh H. Purnomo dan Adiono. 1987. Ilmu Pangan. Jakarta : UI-Press. 78-89.

Cornell University. 2009 Medicinal Plants for Livestock. http://www.ansci.cornell.edu/plants/medicinal/papaya.html.

Hardini. 2000. Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan Telur Konsumsi dan Telur Biologis Terhadap Kualitas Interior Telur Ayam Kampung. Universitas Terbuka : FMIPA Universitas Terbuka

Hargono, D. 1996. Sekelumit tentang Obat Nabati dan Sistem Imunitas. http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/05SekelumitMengenaiObatNabati108. pdf/05SekelumitMengenaiObatNabati108.hmtl..

Hasiib, E. A., Riyanti dan M. Hartono, 2015. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Binahong (Anredera Cordifolia Tan. Steenis) Dalam Air Minum Terhadap Performa Broiler. J. Ilmiah Peternakan Terpadu. 3 (1) : 14 – 22.

Latief, 2019. Pengawetan Telur Dengan Daun Jambu Biji. https://independent.academia.edu/JuraidAbdLatief

Muhlisah, F. 2001. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta: Penebar Swadaya.

Panda, P. C. 1996. Textbook of Egg and Poultry Technology. India : Ram Printograph. Dehhi. India.

Paul, W.E. 2003. Fundamental Immunology, ed6th. Philadelphia:A Wolters Kluwer Company.

Puspita, 2019. Tugas Mikrobiologi Pangan. Mikroba Perusak Pada Telur. https://independent.academia.edu/alitpuspita

Seigler, D.S., Pauli, G.F., Nahrstedt, A., & Leen, R., 2002. Cyanogenic Allosides and Glucosides from Passiflora Edulis and Carica Papaya. Phytochemistry. Vol 60:873–882..

Stray, F. 1998. The Natural Guide to Medicinal Herbs and Plants. London :Tiger Books International.

Sugiyono. 2017. Statistika Untuk Penelitian. Bandung : CV. Alfabeta.

Swacita, I. B. N., dan Cipta, I. P. S. 2011. Pengaruh Sistem Peternakan dan Lama Penyimpanan Terhadap Kualitas Telur Itik. Buletin Veteriner Udayana. Vol. 3 no. 2: 91-98.

Waluyo, Lud. 2004. Mikrobiologi Umum. Malang : UMM PRESS.

Downloads

Published

2020-03-31

How to Cite

PENGAWETAN TELUR AYAM DENGAN ANTIMIKROBA ALAMI. (2020). Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis, 3(1). http://e-journals2.unmul.ac.id/index.php/jpltrop/article/view/5151