FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN PETERNAK DALAM MELAKUKAN PROGRAM VAKSINASI JEMBRANA PADA SAPI BALI
Keywords:
keputusan peternak, sapi bali, vaksinasi jembranaAbstract
Program vaksinasi Jembrana pada sapi Bali dilakukan sejak tahun 2006. Keputusan peternak dalam adopsi teknologi vaksinasi Jembrana pada sapi Bali dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal berpengaruh terhadap pengambilan keputusan peternak dalam melakukan program vaksinasi Jembrana pada sapi Bali. Data yang diambil meliputi data primer dan data sekunder. Metode penentuan lokasi dalam penelitian ini diambil secara purposive. Metode penentuan sampel secara proporsional dan pengambilan sampel secara acak sederhana. Pengukuran yang digunakan pada penelitian ini adalah skala Likert. Dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal cukupberpengaruh terhadap pengambilan keputusan peternak dalam melakukan program vaksinasi Jembrana pada sapi Bali dengan jumlah rata-rata skor 46,20. Faktor eksternal cukup berpengaruh terhadap pengambilan keputusan peternak dalam melakukan program vaksinasi Jembrana pada sapi Bali yaitu dengan jumlah rata-rata skor 18,07.
Downloads
References
Abdullah, A., dan Ibrahim, H. 2014. Persepsi Peternak Kinerja Penyuluh Pengembangan Terhadap dalam Teknologi Pengolahan Jerami Padi dan Limbah Ternak Sapi Potong. JITRO. Vol 1(1).
Agustini, NPL., Tenaya, IW. Masa., dan Supartika, I KE. 2015. Uji Efikasi
Vaksin Jembrana (Effication Test of Jembrana Disease Vaccine). Buletin veteriner. BBVet Denpasar. Balai Besar Veteriner Denpasar. Vol XXVII(86).
Alim, S., dan Nurlina, L. 2007. Hubungan Antara Peternak Sapi Potong
terhadap Inseminasi Buatan. Jurnal Ilmu Ternak. Vol 7(2): 165-169.
Azwar, S. 1998. Metode Penelitian. Pustaka Belajar. Yogyakarta.
Chamdi, N.A. 2005. Karakteristik Sumberdaya Genetik Ternak Sapi Bali
(Bos-bibos Alternatif Pola banteng) dan Konservasinya. BIODIVERSITAS. Vol 6(1):70-75.
Darmawi, D. 2011. Pendapatan Usaha Pemeliharaan Sapi Bali di Kabupaten Muaro Jambi. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan. Vol XIV(1).
Data Monografi Kelurahan Tanjung Tengah Kecamatan Penajam Tahun 2016.
Dewi, N.L.Y.A., I.N. Suparta, dan N.W. Tatik Inggriati. 2015. Pengambilan Keputusan Peternak di dalam Melakukan Usaha Peternakan Sapi Bali Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Journal Of Tropical Animal Sciene. Vol 3(2): 216-232.
Handiwirawan, E., dan Subandriyo. 2004. Potensi dan Keragaman Sumber Genetik Sapi Bali. Lokakarya Nasional Sapi Potong. Vol 14(3).
Hastang dan Asnawi, A. 2014. Analisis Keuntungan Peternak Sapi Potong Berbasis Peternakan Rakyat di Kabupaten Bone. JIIP. Vol 1(1):
240-252.
Lestari, A.R. 2014. Pengaruh Kepemimpinan Partisipatif dan Efektifitas Implementasi Rencana Stratejik pada Madrasah Aliyah di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Universitas Pendidikan Indonesia.
Putro, P.Prabowo. 2004. Pencegahan, Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Hewan Menular Strategis dalam Pengembangan Usaha Sapi Potong. Lokakarya Nasional Sapi
Potong.
Saswita, U.M.I., Suparta, N.I., dan Suarta, G.I. 2013. Persepsi Peternak
Tentang Peranan Penyuluh dalam Meningkatkan Pengetahuan dan
Manajemen Peternakan Sapi Sekar Sari Desa Pangsan, Kecamatan
Petang, Bandung. Journal Of Tropical Animal Sciene. Vol 1(1):34 44.
Sirajuddin, S.N., Said, M.I., Syawal, S., Alwi, J. 2014. Persepsi Anggota
Kelompok Tani Ternak Terhadap Inseminasi Buatan pada Sapi
Potong di Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan. JIIP. Vol
1(3):219-226.
Subroto. 1995. Ilmu Penyakit Hewan I. Gadjah Mada Universitity Press.
Yogyakarta.
Suciani, Fitriana., Sulistyati, M., dan Alim, S. 2015. Hubungan Antara Faktor Internal dan Faktor Eksternal dengan Tingkat Adopsi Teknologi
Biogas pada Peternak Sapi Perah. Universitas Padjadjaran.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Bandung.
Sujarweni, W.V. 2014. Metode Penelitian Lengkap, Praktis, dan Mudah di Pahami. Pustakabarupress. Yogyakarta.
Suparman. 1995. Statistik Sosial. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Supriyadi, Hadi, S., Karyanti, D., Hartanto, T., Utami, S.W., dkk. 2011. Studi Retrospektif Terhadap Vaksinasi Penyakit Jembrana di Kabupaten Paser Kalimantan Timur.
Dilavet. Vol 21(1). Suwiti, K.N. 2009. Fenomena Jembrana
Disease dan Bovine Immunodeficiency Virus pada Sapi Bali. Buletin Veteriner Udaya. Vol 1(1):21-25.
Suyasa, I K.G., N.P. Sarini, dan S.A. Lindawati. 2016. Penerapan Manajemen Pencegahan Penyakit di Peternakan P4s Mupu Amerta,
Banjar Sale, Desa Abuan, Bangli. Journal Of Tropical Animal Sciene.
Vol 4(1):1-6.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2003 Tentang
Ketenagakerjaan
Utama, I.D.G.W.W., Putra, I.G.S.A., dan Diarta, I.K.S. 2015. Persepsi Wanita Tani Terhadap Dampak Program Gerakan Pembangunan
Desa Terpadu (Gerbang Sadu) Mandara (Kasus pada Kelompok Tani Pelita Hati II di Desa Bebandem, Kecamatan Bebandem, Kabupaten
Karangasem). E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata. Vol 4(5).
Wafiatiningsih., Saptati, R.N. R.A. Bariroh., 2015. dan Penyakit Strategis Ruminansia Besar dan Situasinya di Kalimantan Timur. Lokarya Nasional Ketersediaan IPTEK dalam Pengendalian Penyakit Strategis pada Ternak Ruminansia Besar. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Timur. Pusat Penelitian Pengembangan Peternakan.
Wibowo, A.S., dan Haryadi, T.F. 2006. Faktor Karakteristik Peternak yang Mempengaruhi Sikap terhadap Program Kredit Sapi Potong di Kelompok Peternak Andiniharjo Kabupaten Sleman Yogyakarta.
Media Peternakan. Vol 29(3):176-186.
Zulvera, Sumardjo, Slamet, M., dan Ginting, B. 2014. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keberdayaan Petani Sayuran Organik
di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. MIMBAR. Vol 30(2):149-15

