Uji Efektivitas Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine americana Merr), Mangrove Avicennia marina, dan Mangrove Sonneratia alba Terhadap Salmonella typhimurium Secara In Vitro
Keywords:
Bawang Dayak (Eleutherine americana Merr), mangrove Avicennia marina, mangrove Sonneratia alba, Salmonella typhimuriumAbstract
Penelitian bertujuan untuk mengetahui uji efektivitas ekstrak bawang dayak (Eleutherine americana Merr), mangrove Avicennia marina, dan mangrove Sonneratia alba terhadap bakteri Salmonella typhimurium dengan konsentrasi yang berbeda untuk mendapatkan dosis yang optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri sebagai alternatif pengganti antibiotik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan ulangan sebanyak tiga kali. Perlakuan pada penelitian adalah ekstrak bawang dayak (Eleutherine americana Merr), mangrove Avicennia marina, dan mangrove Sonneratia alba dengan konsentrasi p0 Aquades (kontrol negatif), p1 20 mg/100 mL, p2 40 mg/100 mL, p3 60 mg/100 mL, p4 80 mg/100 mL dan antibiotik Cefadroxil konsentrasi 0,5 g/100 mL (kontrol positif). Data dianalisis menggunakan sidik ragam/Anova dan dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pada konsentrasi ekstrak bawang dayak (Eleutherine americana Merr), mangrove Avicennia marina, dan mangrove Sonneratia alba tidak berpengaruh nyata terhadap p0 Aquades (kontrol negatif), tetapi sangat berbeda nyata terhadap p5 antibiotik Cefadroxil (kontrol posotif). uji efektivitas dari ekstrak bawang dayak (Eleutherine americana Merr), mangrove Avicennia marina, dan mangrove Sonneratia alba yang paling efektif dalam menghambat bakteri Salmonella typhimurium adalah pada ekstrak bawang dayak (Eleutherine americana Merr). Dengan konsentrasi p4 80 mg/100 mL dengan zona bening 1,0 mm, p3 60 mg/100 mL zona bening 0,8 mm dan p2 40 mg/100 mL zona bening 0,6 mm. Akan tetapi hasil ini tidak efektif jika dibandingan pada zona bening antibiotik Cefadroxil dengan diameter zona bening 21,333±1,154 mm.
Downloads
References
Abbas, A. K. And A. H. Lichtman. 2003. Cellular and Molecular Immunology Fifth Edition. Saunders Elsevier Science. Philadelphia.
Kaseng, E., S, Muhlishah, N dan Irawan, S. 2016. Uji Daya Hambat Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhimurium pada Makassar. Bioneture. Vol 12(1) : 1-6.
Kresno, S. B. 2001. Imunologi: Diagnosis dan Prosedur Laboratorium, Ed-4, Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.
Retnowati, D dan R. Susanti. 2009. Pemanfaatan Limbah Padat Ampas Singkong dan Lindur Sebagai Bahan Baku Pembuatan Etanol. Teknik Kimia Universitas typhimurium pada konsentrasi 40 mg/100 mL sampai Semarang. 8 hlm.
Diponegoro, Saptiani, G., C. A. Pebrianto and E. H.
Hardi. 2015. Anti-microbial of Alpinia galanga extracts against the pathogen of Clarias batrachus. Proceeding The 1st International Symposium on Marine and Fisheries Research : 99- 109.
Saptiani G, Hardi EH, Pebrianto CA, Agustina, Toy, T., S., S, Lampus, B., S dan Hutagalung, S., P. 2015. Uji daya hambat ektrak rumput laut Gracilaria SP terhadap pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Manado. Jurnal e-GiGi (eG) Vol. 3(1) 153-159.
Ardhani F. 2016. Antimicrobial potential of Carica papaya, Ipomoea aquatica, Alpinia galanga and Piper betle against the aquatic microbials. Nusantara Biosci 8 (2): 252

