PERAN FAKTOR PETERNAK DAN INSEMINATOR TERHADAP KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN PADA SAPI POTONG DI KECAMATAN KOTA BANGUN
Keywords:
peternak, inseminator, inseminasi buatan, Kota BangunAbstract
Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan inseminasi buatan adalah ternak, kualitas semen dan manusia (peternak dan inseminator). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi factor manusia yang meliputi karakteristik, pengetahuan, dan keterampilan serta perannya yang mempengaruhi keberhasilan inseminasi buatan di Kecamatan Kota Bangun. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kota Bangun dengan metode wawancara kepada 45 peternak dan 3 inseminator dengan kuesioner. Analisis data menggunakan statistic deskriptif dengan parameter meliputi distribusi frekuensi, persentase dan pengukuran Guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik peternak berupa usia, pendidikan, dan pengalaman beternak, serta karakteristik petugas inseminator berupa usia, pendidikan, pelatihan dan pengalaman AI yang tinggi dan baik dapat menunjang pengetahuan dan keterampilan. Tingkat pengetahuan peternak dan inseminator tentang reproduksi dan teknologi AI tergolong tinggi sehingga dapat mempengaruhi keberhasilan AI. Keterampilan petani, waktu observasi nafsu, waktu yang tepat untuk AI dan deteksi kehamilan tinggi, serta keterampilan petugas inseminator, kenali tanda-tanda birahi, waktu yang tepat untuk AI dan deteksi kehamilan yang tinggi sehingga dapat mempengaruhi keberhasilan AI. Keberhasilan AI dengan nilai S/C 1,44 dan CR 76% sudah baik dan ideal. Factor peternak dan inseminator tergolong tinggi dengan persentase 78,4% dalam keberhasilan inseminasi buatan pada sapi potong di Kecamatan Kota Bangun.
Downloads
References
Baba, S dan M. Risal. 2015. Preferensi dan tingkat pengetahuan peternak tentang teknologi IB di Kabupaten Barru. Prosiding. Seminar Nasional Peternakan.
Badriyah, N dan Setiawan, R. 2012. Hubungan pengetahuan peternak sapi potong terhadap keberhasilan IB di Kecamatan Sarirejo Kabupaten Lamongan. Jurnal Ternak. Vol 3(2): 10-18.
Departemen Pertanian. 2007. Petunjuk Teknis Manajemen Perkawinan Sapi Potong. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Grati Pasuruan.
Dirjen Peternakan. 2017. Pedoman Pelaksanaan UPSUS SIWAB. Buku II. Penetapan Status Reproduksi dan Penanganan Gangguan Reproduksi. Jakarta.
Feradis. 2010. Bioteknologi Reproduksi Pada Ternak. Cetakan ke-1. Alfabeta. Bandung.
Hastuti, D., Nurtini, S dan Widiati, R. 2008. Kajian sosial ekonomi pelaksanaan inseminasi buatan sapi potong di Kabupaten Kebumen. Mediagro. Vol 4(2): 1-12.
Ismaya. 2014. Bioteknologi Inseminasi Buatan Pada Sapi Dan Kerbau. Cetakan ke-1. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Labetubun, J., Parera, F dan Saiya, S. 2014. Evaluasi pelaksanaan inseminasi buatan pada sapi Bali di Kabupaten Almahera Utara. Agrinimal. Vol 4(1): 22-27.
Mardiansyah, Yuliani, E dan Prasetyo, S. 2016. Respon tingkahlaku birahi, service per conception, non return rate, conception rate pada sapi Bali dara dan induk yang disinkronisasi birahi dengan hormon progesterone. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia. Vol 2(1): 134-143.
Ihsan, M.N. 2010. Indek fertilitas sapi PO dan persilangannya dengan Limosin. Jurnal Ternak Tropika. Vol 11(2): 82-87.
Parera, F., Souhoka, D.F., dan Serpara, J.E.M. 2011. Kemampuan peternak sapi Bali di Kecamatan Teon Nila Serua dalam mendeteksi estrus dan menentukan waktu kawin. Agrinimal. Vol 1(2): 84-87.
Pemayun, T.G.O. Trilaksana, B dan Budiasa, K. 2014. Waktu inseminasi buatan yang tepat pada sapi Bali dan kadar progesteron pada sapi bunting. Jurnal Veteriner. Vol 15(3): 425-430.
Prihatno, S.A., Kusumawati, A., Karja, N.W.K dan Sumiarto, B. 2013. Prevalensi dan faktor resiko kawin berulang pada sapi Perah pada tingkat peternak. Jurnal Veteriner. Vol 14(4): 452-461.
Sitindaon, S.H dan Zurriyati, Y. 2013. Analisis persepsi peternak rakyat terhadap manajemen reproduksi dan kesehatan ternak sapi lokal di Provinsi Riau. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.
Susilawati, T. 2011. Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan dengan kualitas dan deposisi semen yang berbeda pada sapi peranakan Ongole. J. Ternak Tropika. Vol 12(2): 15-24.

