PENGARUH PENGGUNAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.) SEBAGAI PENGGANTI RUMPUT LAPANGAN TERHADAP TOTAL PRODUKSI AMMONIA DAN ASAM LEMAK TERBANG (IN VITRO)
Keywords:
daun nangka, domba, in vitro, rumput lapanganAbstract
Daun nangka merupakan hijauan pakan ternak yang berpotensi menggantikan rumput. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengunaan daun nangka menggantikan rumput lapangan dan dampaknya terhadap produksi ammonia dan asam lemak terbang. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap yang dilakukan secara eksperimental. Perlakuan adalah penggunaan daun nangka menggantikan rumput lapangan sebanyak 0, 25%, 50%, 75%, dan 100% yang diulang sebanyak 4 kali. Data dianalisis dengan sidik ragam dan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa daun nangka nyata (P<0,05) meningkatkan produksi ammonia dan asam lemak terbang dengan penggunaan 100% daun nangka menghasilkan produksi yang tertinggi, yaitu 8,86 mM dan 148,13 mM. Kesimpulan, daun nangka sebanyak 100% dapat menghasilkan total produksi ammonia dan asam lemak terbang yang maksimal.
Downloads
References
AOAC. 2005. Official Methods of Analysis of the Association of Official Analytical Chemists. Published by the Association of Official Analytical Chemist. Marlyand
Hernaman, I. U. H. Tanuwiria, dan M. F. Wiyatna. 2005. Pengaruh penggunaan berbagai tingkat kulit kopi dalam ransum penggemukan sapi potong terhadap fermentabilitas rumen dan kecernaan In-Vitro. Bionatura 7: 46-50.
Mcdonald, P., Edwards, R.A., Greenhalgh, J.F.D. and Morgan, C.A. 2002. Animal Nutrition. 6th Edition, Prentice Hall, Upper Saddle River,
Preston, T.R. and R.A. Leng. 1987. Matching Ruminant Production Systtem with. Available Resources in The Tropics. Penambul Books. Armidale
Russell, J.B., Muck, R.E., and Weimer, P.J. 2009. Quantita-tive analysis of cellulose degradation and growth of cellulolytic bacteria in the rumen. FEMS Microbiol Ecol 67:183-197.
Sutardi, T. 2003. Peningkatan Produksi Ternak Ruminansia Melalui Amoniasi Pakan Serat Bermutu Rendah, Defaunasi dan Suplementasi Sumber Protein Bahan Degradasi Dalam Rumen. Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Steel, R.G.D. and J.H. Torrie. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika. Edisi Kedua. PT Gramedia Pustaka, Jakarta (Diterjemahkan oleh B. Sumantri).
R. Susanti, S dan Hidayat E. 2016. Profil protein susu dan produk olahannya. Jurnal MIPA 39 (2) : 98-106
Sutardi, T. 1977. Ikhtisar Ruminologi. Bahan Penataran. Kursus Peternakan Sapi Perah di Kayu Ambon.Lembang. BPPLP-Ditjen Peternakan-FAO
Tamminga S. 1979. Protein degradation in the forestomachs of ruminants. J Anim Sci 49: 1615-1630.
Tarmidi, A.R. 1999. Pemanfaatan Ampas Tebu Olahan dengan Proses Biokonversi Jamur Tiram Putih dalam Campuran Ransum dan Pengaruhnya terhadap Penampilan Ternak Domba Priangan. Disertasi. Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran. Bandung
Tilley, J.M.A. dan R.A. Terry. 1963. A two stage technique for the in vitro digestion of the forage crops. J. Brit. Grassl. Soc. (18) 2 : 104 – 106.

