PENGARUH PENGGUNAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.) SEBAGAI PENGGANTI RUMPUT LAPANGAN TERHADAP TOTAL PRODUKSI AMMONIA DAN ASAM LEMAK TERBANG (IN VITRO)

Authors

  • Linda Yanwar Sunarti Author
  • Ana Rochana Tarmidi Author
  • Iman Hernaman Author

Keywords:

daun nangka, domba, in vitro, rumput lapangan

Abstract

Daun nangka merupakan hijauan pakan ternak yang berpotensi menggantikan rumput. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengunaan daun nangka menggantikan rumput lapangan dan dampaknya terhadap produksi ammonia dan asam lemak terbang. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap yang dilakukan secara eksperimental. Perlakuan adalah penggunaan daun nangka menggantikan rumput lapangan sebanyak 0, 25%, 50%, 75%, dan 100% yang diulang sebanyak 4 kali. Data dianalisis dengan sidik ragam dan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa daun nangka nyata (P<0,05) meningkatkan produksi ammonia dan asam lemak terbang dengan penggunaan 100% daun nangka menghasilkan produksi yang tertinggi, yaitu 8,86 mM dan 148,13 mM. Kesimpulan, daun nangka sebanyak 100% dapat menghasilkan total produksi ammonia dan asam lemak terbang yang maksimal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

AOAC. 2005. Official Methods of Analysis of the Association of Official Analytical Chemists. Published by the Association of Official Analytical Chemist. Marlyand

Hernaman, I. U. H. Tanuwiria, dan M. F. Wiyatna. 2005. Pengaruh penggunaan berbagai tingkat kulit kopi dalam ransum penggemukan sapi potong terhadap fermentabilitas rumen dan kecernaan In-Vitro. Bionatura 7: 46-50.

Mcdonald, P., Edwards, R.A., Greenhalgh, J.F.D. and Morgan, C.A. 2002. Animal Nutrition. 6th Edition, Prentice Hall, Upper Saddle River,

Preston, T.R. and R.A. Leng. 1987. Matching Ruminant Production Systtem with. Available Resources in The Tropics. Penambul Books. Armidale

Russell, J.B., Muck, R.E., and Weimer, P.J. 2009. Quantita-tive analysis of cellulose degradation and growth of cellulolytic bacteria in the rumen. FEMS Microbiol Ecol 67:183-197.

Sutardi, T. 2003. Peningkatan Produksi Ternak Ruminansia Melalui Amoniasi Pakan Serat Bermutu Rendah, Defaunasi dan Suplementasi Sumber Protein Bahan Degradasi Dalam Rumen. Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Steel, R.G.D. and J.H. Torrie. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika. Edisi Kedua. PT Gramedia Pustaka, Jakarta (Diterjemahkan oleh B. Sumantri).

R. Susanti, S dan Hidayat E. 2016. Profil protein susu dan produk olahannya. Jurnal MIPA 39 (2) : 98-106

Sutardi, T. 1977. Ikhtisar Ruminologi. Bahan Penataran. Kursus Peternakan Sapi Perah di Kayu Ambon.Lembang. BPPLP-Ditjen Peternakan-FAO

Tamminga S. 1979. Protein degradation in the forestomachs of ruminants. J Anim Sci 49: 1615-1630.

Tarmidi, A.R. 1999. Pemanfaatan Ampas Tebu Olahan dengan Proses Biokonversi Jamur Tiram Putih dalam Campuran Ransum dan Pengaruhnya terhadap Penampilan Ternak Domba Priangan. Disertasi. Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran. Bandung

Tilley, J.M.A. dan R.A. Terry. 1963. A two stage technique for the in vitro digestion of the forage crops. J. Brit. Grassl. Soc. (18) 2 : 104 – 106.

Downloads

Published

2020-03-31

How to Cite

PENGARUH PENGGUNAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.) SEBAGAI PENGGANTI RUMPUT LAPANGAN TERHADAP TOTAL PRODUKSI AMMONIA DAN ASAM LEMAK TERBANG (IN VITRO). (2020). Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis, 3(1). http://e-journals2.unmul.ac.id/index.php/jpltrop/article/view/5130