ANALISIS KESESUAIAN EKOWISATA MANGROVE DI PANTAI PENDOPO KELURAHAN TERITIP KOTA BALIKPAPAN
DOI:
https://doi.org/10.30872/tas.v1i1.466Keywords:
INP,, Pantai, Balikpapan, MangroveAbstract
Hutan mangrove Pantai Pendopo Teritip merupakan salah satu kawasan yang ditetapkan sebagai desa wisata oleh Dinas Pariwisata Balikpapan yang masuk dalam kawasan Gang Pendopo RT. 008 Desa Teritip Kota Balikpapan Kecamatan Balikpapan Timur dan berjarak sekitar 28 km dari pusat kota Balikpapan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2019 bertujuan untuk mengetahui potensi ekowisata mangrove di kawasan wisata Pantai Pendopo dan mengetahui kesesuaian ekowisata mangrove di kawasan wisata Pantai Pendopo. Metode yang digunakan adalah data analisis kesesuaian kawasan untuk wisata bahari kategori wisata mangrove berdasarkan perkalian skor dan bobot yang diperoleh dari setiap parameter utama yaitu ketebalan mangrove, kerapatan mangrove, jenis mangrove, pasang surut dan objek biota. Parameter pendukung dalam penelitian ini adalah kepadatan relatif, frekuensi, frekuensi relatif, dominasi, dominasi relatif, indeks nilai penting (INP), dan persepsi pengunjung. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, potensi ekowisata mangrove di lima stasiun masuk dalam kategori S2 (Tepat) untuk dijadikan lokasi ekowisata mangrove. Hasil analisis kesesuaian menunjukkan bahwa kawasan mangrove Pantai Pendopo untuk semua stasiun termasuk dalam kategori sesuai sehingga kawasan wisata Pantai Pendopo lebih direkomendasikan menjadi kawasan wisata mangrove berdasarkan destinasi fotografi.
References
Dahuri, R. 2004. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta. PT Pradaya Paramitha.
Fahriansyah, & Yoswaty, D. 2012. Pembangunan Ekowisata di Kecamatan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara: Faktor Ekologis Hutan Mangrove. Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. J4(2): 346-359
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas 1 Balipapan. 2019. Data Pasang Surut Kota Balikpapan 2019. KSOP Kelas 1 Balikpapan: Balikpapan
Noor. 2006. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. Bogor: Wetland International Indonesia Programme dan Ditjen PHKA.
Nontji, A. 2002. Laut Nusantara. Djakarta; Djambatan
Peters CM. 2004. Sustainable Harvest of Non-Timber Plant Resources in Tropical Moist Forest: An Ecological Primer. Section I: The Ecology Of Tropical Trees And Forest: Washington, D.C.A Crash Course.Biodiversity Support Program.
Rachmawani, D. 2007.Kajian Pengelolaan Ekosistem Mangrove Secara berkelanjutan Kota Tarakan Kalimantan Timur (studi kasus Desa Binalatung, Kecamatan Tarakan Timur). Bogor: Institut Pertanian Bogor
Yulianda, F. 2007. Ekowisata Bahari Sebagai Alternatif Pemanfaatan Sumberdaya Pesisir Berbasis Konservasi. IPB. Bogor. 19 hal
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Tropical Aquatic Sciences

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.