Program TB Hunter dalam Meningkatkan Penemuan  Kasus Tuberkulosis di Komunitas Agronursing Rowotengah, Kabupaten Jember

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30872/z7ckwz88

Keywords:

Agronursing, Komunitas, Penemuan kasus, TB hunter, Tuberculosis

Abstract

Permasalahan utama dari rendahnya penemuan kasus di Puskesmas rowotengah disebabkan oleh rendahnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit TB Paru. TB HUNTER (Together Battling Health Under Networking Towards Elimination of TB) bertujuan untuk meningkatkan penemuan kasus Tuberkulosis (TB) Paru di wilayah agraris Rowotengah melalui implementasi TB Hunter. TB Hunter merupakan sebuah platform self-assessment online yang dirancang untuk mempermudah deteksi dini TB di kalangan masyarakat. Rancangan program ini dilakukan selama kurang lebih 10 hari dalam bentuk program kemitraan dan pemberdayaan dengan nama program “TB Hunter” dalam pemanfaatan web untuk meningkatakan penemuan kasus TB dengan screening mandiri. Program ini terdiri dari beberapa aktivitas melalui 4 bentuk strategi program, yaitu pendidikan kesehatan, proses kelompok, pemberdayaan masyarakat, dan kemitraan masyarakat. Berdasarkan hasil pelaksanaan program TB Hunter di wilayah Rowotengah, dapat disimpulkan bahwa program ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendeteksi dan menangani kasus tuberkulosis (TB). Melalui penggunaan teknologi berbasis web, TB Hunter berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai TB serta mempermudah mereka dalam melakukan screening diri, terutama bagi kelompok berisiko tinggi. Dari 12 peserta yang hadir dalam kegiatan ini, 14 masyarakat berisiko tinggi ikut melakukan self-screening, dengan 1 pasien terkonfirmasi TB setelah dilakukan tindak lanjut. Program ini juga berhasil meningkatkan jumlah penemuan kasus terduga TB, yang sebelumnya hanya sekitar 0-1 orang per hari, menjadi rata-rata 4 orang per hari setelah penerapan TB Hunter. Hal ini menunjukkan bahwa platform ini efektif dalam menjangkau lebih banyak orang, termasuk mereka yang mungkin tidak terjangkau oleh fasilitas kesehatan tradisional. Selain itu, kecepatan respons dalam memberikan hasil screening, yang hanya membutuhkan waktu 2 jam, turut mempercepat proses diagnosis dan penanganan. Secara keseluruhan, TB Hunter terbukti efektif dalam penemuan kasus dan memperkuat sistem deteksi serta penanggulangan TB di daerah dengan keterbatasan akses Kesehatan.

Downloads

Published

30-05-2026