Pendidikan Kesehatan Tentang Anemia Remaja Putri di SMAN 1 Sirampog

Authors

  • Himatul Khoeroh
  • Destika Fitrianita akademi kebidanan kh putra
  • Atania Nazmu Naeda
  • Aulia Rahma Dwi Yulianti
  • Dewi Nur Laeli Wardatul
  • Eka Sulistiani

DOI:

https://doi.org/10.30872/yhfv9e61

Keywords:

Pendidikan Kesehatan, Anemia, Remaja

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi di mana kadar hemoglobin lebih rendah dari normal, dimana salah satu masalah yang paling umum terjadi pada remaja putri (Wahida dkk, 2022). Menurut Riskesdas, prevalensi anemia pada remaja di Indonesia adalah 26,8% pada usia 5–14 tahun dan 32% pada usia 15–24 tahun (Fitri dkk, 2024). Remaja putri memiliki risiko sepuluh kali lebih besar daripada remaja putra untuk mengalami anemia. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan zat gizi makro dan mikro yang tinggi, termasuk zat besi, pada remaja putri yang mengalami menstruasi setiap bulan dan dalam masa pertumbuhan (Dieniyah dkk, 2019). Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai anemia pada remaja putri baik dari pengertian sampai pencegahannya. Kegiatan di adakan di di SMAN 1 Sirampog dengan jumlah peserta 66 siswa putri kelas XII. Edukasi Pendidikan kesehatan ini dilakukannya dengan metode ceramah. Hasil yang didapatkan terdapat 3 siswi yang secara obyektif tampak pucat pada konjungtivanya. Selain itu 17 siswa diantaranya yang sering mengalami tanda dan gejala anemia, sedangkan siswi lainnya masih dalam kategori normal.  Edukasi tentang anemia pada remaja putri dapat memberikan pemahaman tentang kesehatannya dan  dapat disimpulkan bahwa edukasi meningkatkan pengetahuan yang dapat memberikan dampak pemahaman dalam pencegahan terjadinya anemia remaja

Downloads

Published

30-05-2026