Edukasi Mengenai Pencegahan dan Penanganan Pertama Cedera Ankle Sprain dengan Metode Rice

Authors

  • Agesti Setiya Pratiwi Program Studi D4 Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas 'Aisyiyah Surakarta
  • An Nisaa Alifia Maghfirah Program Studi D4 Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas 'Aisyiyah Surakarta
  • Andini Galuh Pratiwi Program Studi D4 Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas 'Aisyiyah Surakarta
  • M. Yusuf Rizali Kurniawan Program Studi D4 Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas 'Aisyiyah Surakarta
  • Rezza S. T. A. Anjasmara Universitas Aisyiyah Surakarta
  • Cahyo Setiawan Program Studi D4 Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas 'Aisyiyah Surakarta
  • Alinda Nur Ramadhani Program Studi D4 Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas 'Aisyiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.30872/azz2sd63

Keywords:

Ankle Sprain, Cedera, Pencak silat, Rice, Penyuluhan

Abstract

Latar Belakang: Ankle sprain merupakan cedera umum yang sering terjadi saat berolahraga, terutama dalam aktivitas yang melibatkan lompatan dan gerakan lateral. Pencak silat, sebagai seni bela diri tradisional Indonesia, juga memiliki risiko cedera yang signifikan. Tujuan: program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman anggota Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) tentang cedera ankle sprain dan pencegahannya. Metode: yang digunakan adalah dengan pendekatan terstruktur melalui empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi. Melalui penyuluhan, leaflet, dan praktik langsung, anggota PSHW diberikan pemahaman yang lebih baik tentang cedera ankle sprain dan tindakan pencegahan yang tepat. Hasil: hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman anggota PSHW setelah program ini dilakukan. Diharapkan, dengan pengetahuan yang ditingkatkan, anggota PSHW dapat mengurangi insiden cedera ankle sprain selama latihan, meningkatkan kesehatan dan kualitas latihan mereka. Kesimpulan: dari program ini adalah bahwa pendekatan terstruktur dan menyeluruh dapat efektif meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan cedera ankle sprain dalam komunitas pencak silat. Saran untuk program serupa di masa depan adalah melibatkan lebih banyak interaksi langsung dan latihan praktis untuk memastikan pemahaman yang lebih mendalam dan implementasi yang lebih baik.

Downloads

Published

07-01-2026