KUALITAS BIOURIN DARI LIMBAH TERNAK SAPI BALI DENGAN PENAMBAHAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) BERBAHAN LIMBAH KULIT NANAS DENGAN KONSENTRASI BERBEDA

Authors

  • Farhan Mustakim Author
  • Arif Ismanto Author

Keywords:

Biourin, MOL, Kulit Nanas, Urin sapi, Pupuk Organik Cair

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas biourin dari limbah ternak sapi Bali melalui proses fermentasi dengan penambahan mikroorganisme lokal (MOL) berbahan dasar limbah kulit nanas dalam konsentrasi berbeda. MOL kulit nanas digunakan sebagai bioaktivator untuk meningkatkan kandungan hara dan menurunkan pH biourin agar lebih sesuai sebagai pupuk organik cair. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan: tanpa MOL (P0), MOL 20% (P1), dan MOL 40% (P2), masing-masing dengan enam ulangan. Parameter yang diamati meliputi pH, kandungan nitrogen (N), fosfor (P₂O₅), kalium (K₂O), karbon organik (C), dan rasio C/N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan MOL kulit nanas berpengaruh signifikan terhadap penurunan pH dan peningkatan kandungan fosfor (P₂O₅), dengan perlakuan P2 memberikan hasil terbaik. Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan pada kandungan C organik, nitrogen, dan rasio C/N antar perlakuan. Disimpulkan bahwa penggunaan MOL kulit nanas efektif meningkatkan kualitas biourin, terutama pada aspek pH dan fosfor, sehingga berpotensi sebagai pupuk organik cair yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adriani, A., & Novra, A. (2018). Peningkatan kualitas biourin dari ternak sapi yang mendapat perlakuan Trichoderma harzianum [The increase of biourine quality from cow treated with Trichoderma harzianum]. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan, 20(2), 77–84. https://doi.org/10.22437/jiiip.v20i2.4716

Amiroh, A., Prastyo, A. A., Lestari, M. W., & Puspitorini, P. (2021). Increasing soybean (Glycine max L. Merrill) crop production by using biourine and organic mulch. Agro Bali: Agricultural Journal, 4(2), 276–285. https://doi.org/10.37637/ab.v4i2.731

Andrisma, S. H. W. Y. (2007). Pengaruh jenis dekomposer dan lama fermentasi terhadap kualitas pupuk cair (biourine) kelinci.

Ayob, A., et al. (2021). Pineapple waste as an adsorbent to remove lead from synthetic wastewater.

Ghapar, N. F. A., Samah, R. A., Wahab, M. S. A., Rahman, S. A., & Othman, M. H. D. (2024). An insight into pineapple peel waste adsorbent for iron contaminated water through kinetic and isotherm study. Malaysian Journal of Analytical Sciences, 28(2), 397–411.

Gurawal, I., Rawendra, R., Warnaen, A., & Jaliyah, A. K. (2021). Pertumbuhan dan kandungan nutrien fodder jagung (Zea mays) dengan penyiraman biourine sapi. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science).

Hanum, F., Raka, I. D. N., Pandawani, N. P., & Martiningsih, N. G. A. G. E. (2021). The effect of cow biourine concentration on growth and production of mustard plants (Brassica juncea L.). International Journal Segce, 4(2), 146–163.

Hernadianto, Supawanhar, S., Sepika, S., Sunarni, & Yusmaniarti. (2022). Peningkatan pendapatan ekonomi melalui pengolahan limbah urine sapi menjadi POC bagi kelompok tani Desa Air Sulau. Jurnal Dehasen Mengabdi, 1, 7–12.

Kinardi, A. J., Yanto, A., & Gazali, A. (2021). Pemanfaatan limbah urine sapi sebagai pupuk organik cair. Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin.

Kpéra, A., Houngbèmè, A. G., Gbaguidi, F. A., Gandaho, S., & Gandonou, C. B. (2019). Effect of different doses of the dung of cow, human urine and their combination on water and vitamins contents of pineapple (Ananas comosus (L.) Merr.) in southern Benin. International Journal of Biological and Chemical Sciences.

Mariana, A., et al. (2021). Pemberian MOL nasi basi dengan MOL limbah buah pepaya dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terong (Solanum melongena L.). Agrovital: Jurnal Ilmu Pertanian, 6(2).

Novia, D., Mardhiyetti, Susanty, H., Putra, A. A., Sriagtula, R., & Sandra, A. (2022). Pemanfaatan MOL (mikroorganisme lokal) kulit buah nanas dalam pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi di Sipujuk Farm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2).

Nugroho, U., Syaban, R. A., & Ermawati, N. (2017). Uji efektivitas ukuran umbi dan penambahan biourine terhadap pertumbuhan dan hasil bibit bawang merah (Allium ascalonicum L.). Agriprima: Journal of Applied Agricultural Sciences, 1(2), 118–125. https://doi.org/10.25047/agriprima.v1i2.38

Prastio, P. R., & Farmia, A. (2022). Pemberian berbagai macam pupuk kandang dan dosis biourine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata L.). Agropross: National Conference Proceedings of Agriculture, 124–131. https://doi.org/10.25047/agropross.2022.281

Rachmawati, V. T. E. P. (2021). Pemanfaatan kulit nanas dan kulit pisang sebagai pupuk organik cair.

Santosa, M., Suryanto, A., & Maghfoer, M. D. (2015). Application of biourine on growth and yield of shallot fertilized with inorganic and organic fertilizer in Batu, East Java. Agrivita, 37(3), 290–295. https://doi.org/10.17503/Agrivita-2015-37-3-p290-295

Saputri, I. (2021). Analisis NPK pupuk organik cair dari berbagai jenis air cucian beras dengan metode fermentasi yang berbeda [NPK analysis of liquid organic fertilizer from various types of rice washing water with different fermentation methods].

Sari, N. F., et al. (2023). Pelatihan bagi masyarakat Desa Bikang dalam mengolah limbah kulit nanas (Ananas sp.) sebagai pupuk cair. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat, 1(1), 438–445.

Setyawati, H., Anjarsari, S., Sulistiyono, L. T., & Wisnurusnadia, J. V. (n.d.). Pengaruh variasi konsentrasi EM4 dan jenis limbah kulit buah pada pembuatan pupuk organik cair (POC) [Effect of EM4 concentration variations and types of fruit skin waste on the production of liquid organic fertilizer (POC)].

Setyowati, N., Sitompul, N. S. W. N., Muktamar, Z., Barchia, F., & Inoriah, E. (2021). Vermicompost and biourine doses effect on soil pH, shallot growth, and yield in Ultisol. Journal of Agricultural Science, 3(9), 44–53.

Siregar, S., Sepriani, Y., & Saragih, S. H. Y. (2021). Efek pemberian solid dan biourine sapi terhadap pertumbuhan kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Mahasiswa Agroteknologi (Jmatek), 2(1), 21–27.

Supriyanto. (2016). Pengaruh fermentasi limbah organik dengan mikroorganisme kulit nanas terhadap kandungan unsur hara. Jurnal Teknologi Pertanian.

Suresh, A., et al. (2019). Feasibility of cattle urine as nutrient medium for the microalgal biomass production. Global Journal of Environmental Science and Management.

Syamsia, S., Idhan, A., & Rosanna, D. (2023). Peningkatan kualitas pupuk organik cair (POC) urine sapi menggunakan mikroorganisme lokal (MOL) nenas. Dalam Akselerasi hasil penelitian dan optimalisasi tata ruang agraria untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan.

Ullya, R., Mely, G., Haidina, A., & Ramadaniati, I. K. (2019). Efektivitas penambahan mikroorganisme lokal (MOL) buah maja sebagai aktivator dalam pembuatan kompos [Effectiveness of adding local microorganisms (MOL) from maja fruit as activators in compost making].

Wahyu, B., Ika, R., Putra, H., & Ratnawati, D. (2019). Pembuatan pupuk organik cair dari limbah buah dengan penambahan bioaktivator EM4. Jurnal Sains Teknologi Lingkungan, 11(1), 44-56.

Vebriyanti, E., Arief, I., & Dewi, P. (2022). Karakteristik mikroorganisme, pH dan unsur hara urin sapi perah di daerah Bogor, Jawa Barat. Jurnal Agripet, 22(2), 133–140.

Downloads

Published

2026-09-24

How to Cite

KUALITAS BIOURIN DARI LIMBAH TERNAK SAPI BALI DENGAN PENAMBAHAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) BERBAHAN LIMBAH KULIT NANAS DENGAN KONSENTRASI BERBEDA. (2026). Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis, 8(2). https://e-journals2.unmul.ac.id/index.php/jpltrop/article/view/5814