RESENSI FILM NAPAS BUMI (KALIMANTAN): ANALISIS SEKURITISASI KOMUNITAS DAYAK KENYAH DI DESA BUDAYA PAMPANG, SAMARINDA
DOI:
https://doi.org/10.30872/RGJ.v27i1/4755Keywords:
Sekuritisasi, Dayak Kenyah, Napas Bumi, Keamanan Sosial, FilmAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses sekuritisasi terhadap identitas dan ruang hidup komunitas Dayak Kenyah yang direpresentasikan dalam film Napas Bumi (Kalimantan). Menggunakan teori sekuritisasi dengan fokus pada keamanan sosial (societal security), penelitian ini membahas bagaimana isu pelestarian budaya dan lingkungan dikonstruksikan menjadi ancaman eksistensial yang memerlukan penanganan berkelanjutan. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi peran aktor, tindakan tutur (speech act), dan peran audiens terhadap narasi film tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekuritisasi dilakukan kolaborasi strategis antara pemerintah pusat/daerah dan tim produksi film sebagai aktor sekuritisasi. Film ini berfungsi sebagai instrumen speech act yang menggambarkan kerentanan budaya Dayak kenyah akibat degradasi dan modernisasi melalui simbolisme ritual, musik, dan tradisi. Efektivitas sekuritisasi di validasi oleh penerimaan audiens melalui platform Pekan Kebudayaan Nasional dan media digital.
References
Anisa, A. P. & Atman, W. (2025). Estetika Sekuritisasi; Peran Narasi Visual dalam Membangun Persepsi Ancaman Global. https://journal.lpkd.or.id/index.php/Sosial
Budhi, S. (2020). Rethinking Dayak Identity. Komojoyo press.
Buzan, B., Wæver, O., & de Wilde, J. (1998). Security: A New Framework for Analysis. Boulder: Lynne Rienner Publishers.
Buzan, B., Waever, O,. (2003). Regions and Powers: The Structure of International Security. Cambridge University Press.
Daud, A. (2018). Simbolisme motif tato tradisional Dayak Kenyah sebagai penanda identitas sosial. Jurnal Budaya Nusantara.
Geti Media. (2021, November). Ngobrol bareng pencipta Napas Bumi 2020. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=GetiMediaNapasBumi
Habibie, M. F. (2018). Peran audiens dalam proses sekuritisasi keamanan non-tradisional. Jurnal
Hubungan Internasional. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/interaksi
Istianingrum, R. (2015). Penggunaan bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu dalam interaksi lintas-komunitas Dayak Kenyah. Jurnal Linguistik Terapan. https://doi.org/10.30651/st.v8i2.107
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. (2025). Profil Desa Budaya Pampang Samarinda. https://www.indonesia.travel/id/id/destinasi/kalimantan/samarinda/desa-budaya-pampang
Kukar Paper. (2024). Representasi docudrama dalam film Napas Bumi (Kalimantan). https://kukarpaper.com/resensi-film-napas-bumi
Maunati, Y. (2004). Identitas Dayak: Komodifikasi dan politik kebudayaan. LKiS.
Pekan Kebudayaan Nasional (PKN). (2021). Variety show: Napas Bumi (Kalimantan) [Film]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=PKN2021NapasBumi
Putra, A., & Setyoko, H. (2022). Komodifikasi musik sape dalam festival budaya modern di Kalimantan Timur. Jurnal Etnomusikologi. https://doi.org/10.30872/mebang.v2i1.21
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. (2017). https://peraturan.go.id/id/uu-no-5-tahun-2017
Wendt, A. (1992). Anarchy is what states make of it: The social construction of power politics. International Organization, 46(2), 391–425.
Yeliang, D. (2021). Sejarah migrasi dan persebaran masyarakat Dayak Kenyah di Kalimantan. Jurnal Sejarah dan Antropologi. https://demabetuen.blogspot.com/2015/07/ragam-tarian-kenyah.html
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anasta Jihan Aqillah, Andi Purnawarman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




