PERAN UNICEF DALAM MENANGANI STUNTING DI NTT TAHUN 2019–2022

Authors

  • Nurindah Yofahddina Hastuti Mulawarman University image/svg+xml
  • Frentika Wahyu Retnowatik

DOI:

https://doi.org/10.30872/RGJ.v27i1/3809

Keywords:

Stunting, UNICEF, NTT

Abstract

Permasalahan stunting di NTT, berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2019, prevalensi stunting di NTT mencapai 43,8%, yang menjadikan NTT dengan angka stunting tertinggi di Indonesia. Berbagai faktor menjadi penyebabnya yaitu, terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan dasar, sanitasi yang tidak memadai, ketahanan pangan rumah tangga yang rendah, serta masih kurangnya edukasi mengenai pola asuh dan gizi anak. Meskipun pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya, keterbatasan sumber daya dan lemahnya implementasi kebijakan menjadi hambatan utama. Pemerintah daerah terus meningkatkan komitmen dan integrasi program lintas sektor, serta memperluas kolaborasi dengan mitra pembangunan untuk menjangkau wilayah terpencil yang masih rentan terhadap stunting. Dengan menggunakan teori peran organisasi internasional dan konsep dasar stunting. Ditemukan bahwa peran UNICEF adalah memberikan dukungan melalui program edukasi, pelatihan kader posyandu, telekonseling menyusui, serta kerja sama dengan institusi lokal. Peran tersebut berhasil menurunkan angka stunting melalui pendekatan multisektor dan pemberdayaan masyarakat lokal.

References

A. A, Perwita. & Y.M, Yani. 2005. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya

Archer, C., 1992. International organizations. 3rd ed. London and New York:

Routledge.

Badan Pusat Statistik & Kementerian Kesehatan RI. (2019). Laporan Pelaksanaan

Integrasi Susenas Maret 2019 dan SSGBI Tahun 2019. Jakarta: BPS & Kemenkes RI.

Holsti, K. (1987). Politik Internasional: Kerangka Analisa. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya.

Jati, T. W. U., Sukin, M., & Ultanti, A. 2023. Analisis faktor-faktor yang memengaruhi stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2019–2023. Kementerian Kesehatan RI. (2021). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. Kementerian Kesehatan RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. KEMENKES. (2022). Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. UNDANA. (2019). Dinkes NTT, Undana-UNICEF Teken MoU. Tersedia di

https://undana.ac.id/en/2019/dinkes-ntt-undana-unicef-teken-mou/ diakses pada 25 April 2025

UNICEF. (2021). Laporan Tahunan 2021. Tersedia di https://www.unicef.org/indonesia/ diakses pada 4 Februari 2025

UNICEF Indonesia & Save the Children. (2020). Stunting and Learning Outcomes in Indonesia: A Field Study in NTT. Jakarta: UNICEF.

UNICEF. (2025). UNICEF is born. Tersedia dari https://www.unicef.org/history

diakses pada 7 Juni 2025

UNICEF Indonesia. (2025). Kerja Sama UNICEF dan Pemerintah Indonesia. Tersedia di https://www.unicef.org/indonesia/id diakses pada 7 Juni 2025

UNICEF Indonesia. (2025). Child Protection and Development Programs. Tersedia di https://www.unicef.org/indonesia diakses pada 5 Juni 2025

World Health Organization. (2014). Global Nutrition Targets 2025: Stunting Policy Brief. Geneva: WHO.

Downloads

Published

2025-12-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

PERAN UNICEF DALAM MENANGANI STUNTING DI NTT TAHUN 2019–2022. (2025). Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional, 2(2), 165-172. https://doi.org/10.30872/RGJ.v27i1/3809

Most read articles by the same author(s)