Pengaruh Kombinasi Kerapatan Kanopi Pohon Terhadap Kenyamanan Termal di Jalan Ahmad Yani Kota Malang
DOI:
https://doi.org/10.30872/transform.v4i2.4389Keywords:
Jalan, Kanopi, Kerapatan, PohonAbstract
Kota Malang merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang menghadapi tantangan dalam peningkatan kenyamanan termal ruang luar. Vegetasi perkotaan, khususnya pohon, memiliki potensi untuk memperbaiki kondisi mikroiklim melalui mekanisme peneduhan dan transpirasi. Namun demikian, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh karakteristik kanopi, terutama kerapatannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis variasi kerapatan kanopi dan tingkat kenyamanan termal pada ruas Jalan Ahmad Yani serta (2) mengidentifikasi pengaruh kombinasi kerapatan kanopi terhadap kondisi mikroiklim setempat. Pengumpulan data dilakukan selama 15 hari pada tiga segmen pengamatan dengan parameter suhu udara, kelembapan udara, dan dokumentasi kanopi. Pengolahan nilai kanopi dilakukan menggunakan ImageJ, sedangkan analisis nilai Leaf Area Index (LAI), Thermal Humidity Index (THI), dan uji statistik (Independent-Samples T-Test, regresi, dan korelasi) dilakukan menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi nilai THI antar segmen yang dipengaruhi oleh perbedaan kerapatan kanopi. Analisis regresi mengindikasikan bahwa LAI berbanding terbalik dengan suhu dan THI serta berbanding lurus dengan kelembapan udara. Temuan tersebut menegaskan bahwa kombinasi kerapatan kanopi mampu menghasilkan efek pendinginan mikro sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kenyamanan termal ruang jalan.
References
Alfian, R., Budiarti, T., & Nasrullah, N. (2017). Pengaruh Bentuk Hutan Kota Terhadap kenyamanan termal di sekitar hutan kota. Buana sains, 19(1), 47-60
ASHRAE. (2009). ASHRAE Standard 55: Thermal Environmental Conditions for Human Occupancy. American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers.
Effendy, S., Aprihatmoko, F. 2014. Kaitan Ruang Terbuka Hijau dengan Kenyamanan Termal Perkotaan. Agromet, 28(1), 23-32
Macfarlane, C., Grigg, A., & Evangelista, C. (2007). Estimating forest leaf area using cover and fullframe fisheye photography: Thinkinginside the circle. Agricultural and Forest Meteorology, 146(1‐2), 1–12.
Murdaningsih, M. (2010). Evaluasi Aspek Fungsi, Estetika Dan Agronomis Tanaman Tepi Jalan Di Jalan Ijen Kota Malang. AGRICA, 3(1), 15-26
Muriyatmoko, D. (2018). Analisa volume terhadap sitasi menggunakan regresi linier pada jurnal bereputasi di Indonesia. Jurnal Simantec, 6(3)
Nieuwolt S. (1977). Tropical climatology. London:Wiley
Nyimbili, F., & Nyimbili, L. (2024). Types of Purposive Sampling Techniques with Their Examples and Application in Qualitative Research Studies. British Journal of Multidisciplinary and Advanced Studies, 5, 90-99.
Prasetya, E., Hermawansyah, H., Hidayati, D. 2017. Analisis Tingkat Kenyamanan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Kota Tengah, Taman Rekreasi Damai dan Taman Smart Nursery di Kota Gorontalo.Seminar Nasional LP2M UNM,2(1).
Putra, B. U., Krisnandika, A. A. K., & Dharmadiatmika, I. M. A. (2022). Pengaruh Kombinasi Kerapatan Kanopi Pohon terhadap Kenyamanan Termal di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar. Jurnal Lanskap Indonesia, 14(1), 16-21
Safitri, W. R. (2016). Pearson Correlation Analysis to Determine The Relationship BetweenCity Population Density with Incident Dengue Fever of Surabaya in The Yeaar 2012-2014. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Santi, Belinda, S., Rianty, H., & Aspin. (2019). Identifikasi Iklim Mikro dan Kenyaman Termal Ruang Terbuka Hijau di Kendari. Jurnal Arsitektur NALAR, 18(1), 23–34.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 TRANSFORM: Journal of Tropical Architecture and Sustainable Urban Science

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







