Redesain Ruang Terbuka Publik Tepian Mahakam Kota Samarinda dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular
DOI:
https://doi.org/10.30872/w197c873Keywords:
Ruang Terbuka Publik, Neo Vernakular, Redesain, Kearifan LokalAbstract
Ruang terbuka publik di Kota Samarinda, khususnya Tepian Mahakam di Jalan R.E. Martadinata, memiliki potensi besar sebagai ruang interaksi sosial yang mencerminkan identitas budaya lokal, namun kondisi eksisting kawasan ini menunjukkan kurangnya pemeliharaan dan minimnya daya tarik bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan merancang ulang ruang terbuka publik tersebut dengan pendekatan arsitektur neo vernakular yang menggabungkan unsur kearifan lokal dengan teknologi modern, sehingga tidak hanya memperbaiki fungsi fisik kawasan tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai budaya melalui elemen desain yang kontekstual. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data primer dan sekunder, serta analisis evaluatif, konteks, kebutuhan, dan rupa. Hasil penelitian ini berupa desain ruang terbuka publik yang fungsional, estetis, dan berdaya tarik pada budaya lokal masyarakat Samarinda. Dengan menghadirkan fasilitas yang memadai, desain ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan, menjadi sarana pelestarian budaya, serta memperkuat identitas kota. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam praktik arsitektur yang responsif terhadap konteks lokal dan kebutuhan masyarakat masa kini.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Arsitektur Platform

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

