Characteristics of the Distribution Pattern and Density of Enhalus acoroides in the Waters of Malahing Village, Bontang City, East Kalimantan, Indonesia

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30872/0vgfyv32

Keywords:

seagrass, density, Enhalus acoroides, marine, East Kalimantan

Abstract

Enhalus acoroides is one of the most widely distributed seagrass species in the coastal waters of Bontang, East Kalimantan, Indonesia. This study aimed to determine the distribution pattern characteristics and density of Enhalus acoroides in the waters of Malahing Village, Bontang City, East Kalimantan. The research was conducted from October 2024 to February 2025. Seagrass vegetation data were analyzed using species density, relative density, species frequency, relative frequency, species coverage, relative coverage, and the Important Value Index (IVI). The distribution pattern of seagrass was assessed using the Morisita Dispersion Index (MDI), while environmental factors influencing the distribution pattern were described and presented in observational tables. Sampling was carried out using 50 × 50 cm quadrats along transects at each station with three replications. The results revealed the presence of two seagrass species in the waters of Malahing Village, namely Enhalus acoroides and Thalassia hemprichii, with E. acoroides being the dominant species. Seagrass density across the four sampling stations ranged from 92 to 216 shoots m⁻². The Morisita Dispersion Index (MDI) analysis indicated that Enhalus acoroides exhibited a uniform distribution pattern, as evidenced by an index value of Id < 1.

References

Baratakusamu, N., Sahami, F. M., dan Nursinar, S. 2013. Komposisi jenis, kerapatan dan tingkat kemerataan lamun di Desa Otiola Kecamatan Ponelo Kepulauan Kabupaten Gorontalo Utara. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 1(3): 139-146.

Budiarsa,A.A., Muhammad, S., dan Adnan.2015.Tinjauan kelayakan ekologi Pulau Beras Basah Kota Bontang sebagai kawasan ekowisata bahari. Seminar Nasional Perikanan 2015 STP Jakarta; hlm: 1-13.

Cucio, C., Engelen,A.H.,Costa,R., dan Muyzer, G. Rhizosphere microbiomes of European Seagrasses are selected by the Plant, but are not species specific. Frontiers in Microbiology;7 (440):1-14.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang. (2018). Kajian Kondisi Hutan Mangrove dan Terumbu Karang Kota Bontang Tahun 2018. Bontang: Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang.

Feryatun, F., B. Hendrarto., N. Widyorini. 2012. Kerapatan dan Distribusi Lamun (Seagrass) Berdasarkan Zona Kegiatan yang Berbeda di Perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. JOURNAL OF Management Of Aquatic Resources. Volume , Nomor , Tahun 2012, Halaman 1-7.

Hartati, R., Junaedi, A., Hariyadi, H., dan Mujiyanto, M. 2012. Struktur komunitas padang lamun di perairan Pulau Kumbang, Kepulauan Karimunjawa. Jurnal Ilmu Kelautan. 17(4): 217-225.

Hidayat, W., Warpala, I.S., & Dewi, N.S.R.2019. Komposisi Jenis Lamun (Seagrass) dan Karakteristik Biofisik Perairan Di Kawasan Pelabuhan Desa Celukanbawang Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng Bali. Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha, 5(3):133-145.

Keputusan Mentri Negara Lingkunggan Hidup No. 200. 2004. Kriteria Tentang Baku Kerusakan dan Pedoman Penentuan Status Padang Lamun.

Nugroho, A. S., Djalal Tanjung, S., dan Hendrarto, B. 2014. Distribusi Serta Kandungan Nitrat Dan Fosfat Di Perairan Danau Rawa Pening. 3, 27–41.

Oktawati, N. O., Sulistianto, E., Fahrizal, W., dan Maryanto, F. (2018). Nilai ekonomi ekosistem lamun di Kota Bontang. Enviro Scienteae, 14(3), 228– 236.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 Tentang penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Rizky, M. (2018). Pola Penyebaran dan Struktur Populasi Salagundi (Roudholia Teysmanii) di Desa Simorangkir Julu, Kabupaten Tapanuli Utara. Universitas Sumatera Utara.

Sakey, W. W. (2015). Variasi Morfometrik Pada Beberapa Lamun D Sakaruddin, M, I. 2011. Komposisi Jenis, Kerapatan, Persen Penutupan dan Luas Penutupan Lamun di perairan Pulau Panjang Tahun 1990 – 2010. (Skripsi). Institut Pertanian Bogor. Bogor. 71 hlm. i Perairan Semenanjung Minahasa. Jurnal Pesisir Dan Laut Tropis,1-7.

Septian A. E., D. Azizah., dan T. Apriadi. 2016. Tingkat Kerapatan Dan Penutupan Lamun Di Perairan Desa Sebong Pereh Kabupaten Bintan. Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan Dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjung Pinang. 15 hal.

Tuwo. A. 2011. Pengelolaan Ekowisata Pesisir dan Laut. Brilian Internasional. Surabaya. 412 hlm.

Wali, A., Afu La Ode,A.,dan Emiyarti. 2019. Kondisi Lamun Berdasarkan Distribusi Spasial Total Suspended Solid (TSS) di Perairan Desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan. Sapa Laut 4(2):61-68.

Downloads

Published

16-02-2026

How to Cite

Characteristics of the Distribution Pattern and Density of Enhalus acoroides in the Waters of Malahing Village, Bontang City, East Kalimantan, Indonesia. (2026). Jurnal Ilmu Perikanan Tropis Nusantara (Nusantara Tropical Fisheries Science Journal), 5(1), 57-65. https://doi.org/10.30872/0vgfyv32