Identifying the characteristics of visible (macro) litter in the Mangrove Park Berbas Pantai Area, Bontang City, East Kalimantan Province
DOI:
https://doi.org/10.30872/y5a0ap90Keywords:
debris, marine, ocean, beach, wetlandAbstract
Ecotourism areas are locations where human activities are prevalent in the surrounding environment, including settlements, trade, and other activities that contribute to the community’s economic, social, and cultural development. However, these activities can also pose a potential threat to environmental quality if not properly managed. A study conducted at the Mangrove Berbas Pantai area, Bontang City, aimed to identify the types, quantity, and abundance of visible (macro) waste. Sampling was carried out using purposive sampling methods. A 100 m x 20 m transect line was placed parallel to the mangrove ecotourism trail, considering areas that visually contained significant amounts of waste. This transect was divided into five lanes, each containing sub-transects measuring 5 m x 5 m as the sampling areas. Visible (macro) waste identified at the research location includes plastic, rubber, metal, glass, and wood. The composition of waste by weight shows that glass waste has the highest percentage by weight (59.2%), even though it is not the most abundant in number. Polynomial analysis indicates a low influence (21%) between waste type composition and waste weight, while the correlation is 46%.
References
Fauzi, A., (2009). Menakar Nilai Ekonomi Kawasan Pesisir. Buletin Tata Ruang. Edisi September-Oktober 2009. Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN), Jakarta.
Hary. (2013). Strategi Pemberdayaan Masyarakat: Cetakan Keenam. Bandung. Humanioara.
Humaniora Kordi, K.M.G.H. (2012). Ekosistem Mangrove: Potensi, Fungsi dan Pengolaan. PT.Rineka Cipta. Jakarta
Kusmana, C., Istomo, Wibowo, C., Budi R, S. W., Siregar, I. Z., Tiryana T., and Sukardjo, S. (2008). Manual Silvikultur Mangrove di Indonesia. Jakarta: MoF& KOICA.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP), Kota Bontang (2020). 16_LKjIP_kota Bontang_2020_diupload pada 6 September 2023 pukul 21.21 Wita.
Manurung, A. (2011). Persepsi masyarakat terhadap kualitas perairan pesisir. Jurnal Visi, 4(2), 123-130.
Marine Debris. (2017). Pemantauan Sampah Laut Indonesia. https://ppkl.menlhk.go.id/website/filebox/274/180703160900REKAP%20SAMPAH%20LAUT%20INDONESIA%202017 diakses pada 02 Februari 2022.
Masdar. (2020). Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Padang Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut: Pencemaran Laut. Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang.
Mohammad Eki Julkifli Samu, Faizal Kasim, Miftahul Khair Kadim (2023). Komposisi Sampah Makro (Makro Debris) Antropogenik Di Kawasan Ekosistem Mangrove Desa Bolihutuo Kecamatan Botumoito Antropogenic Macro Debris Composition In The Mangrove Ecosystem Area Of Bolihutuo Village, Botumoito District. Jurnal Kelautan Vol 16, no 1, hal 88-100. http://doi.org/10.21107/jk.v16i1.13428
Mulyadi, Ahmad. (2010). Pengetahuan Lingkungan Hidup. Bandung: Prisma press,
Nafiri C. Patuwo, W. E. (2020). Karakteristik Sampah Laut di Pantai Tumpaan Desa Tateli Dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis, 8-1.
National Oceanic and Atmospheric Administration [NOAA]. (2013). Programmatic Environmental Assessment (PEA) for the NOAA Marine Debris Program (MDP). NOAA. Maryland (US).
Pariwisata, Ditjen. (1995). Konservasi: Manfaat ekonomi kepada masyarakat. Jakarta: Departemen Pariwisata.
Pribadi, T. D. K. Rosada, K. K. Handayani, M. F. Khairunnisa, T. S. (2017). Tingkat Pemahaman Masyarakat Tentang Sampah Laut (Marine Debris) di Sekitar Kawasan Pananjung Pangandaran. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3): 188 - 190.
Purwaningrum, Pramiati. (2016). Upaya Mengurangi Timbulan Sampah Plastik di Lingkungan. Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL), 8(2): 141-147.
Sari, T. E. Y., & Usman. (2012). Studi parameter fisika dan kimia daerah. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 17, 88-100.
Setiawan. (2019). Buku Ajar Metodologi Penelitian (Anova Satu Arah). Daring http://repository.lppm.unila.ac.id/11352/1/Buku%20Ajar%202019%20MP.pdf diakses pada 05 Oktober 2021.
Suwerda, Bambang. (2012). Bank Sampah (Kajian Teori dan Penerapan). Yogyakarta: CV. Rihama-Rohima
Toar, C. N., & Umilia, E. (2021). Faktor-Faktor yang Berpengaruh dalam Pengembangan Ekowisata di Mangrove Edu Park, Kelurahan Berbas Pantai, Kota Bontang Berdasarkan Preferensi Stakeholder. Jurnal Teknik ITS, 10(2), D196-D201. Effendy, Mahfud. (2009). Pengelolaan Wilayah Pesisir Secara Terpadu Solusi Pemanfaatan Ruang, Pemanfaatan Sumberdaya dan Pemanfaatan Kapasitas Asimilasi Wilayah Pesisir Yang Optimal dan Berkelanjutan. Jurnal Kelautan, 2(1), 81-86.
Wiwiyani. (2022). Identifikasi Sampah Laut Pada Ekosistem Mangrove Di Sekitar Dermaga Kassikebo, Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan (Skripsi). Universitas Hasanuddin. 24 hal.
Yuniarti, M. S., Andriani, Y., Prasetiawan, N. R., Faizal, I., & Chotimah, L. C. (2023). Identifikasi sampah laut pada ekosistem mangrove di Batukaras, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Jurnal Lingkungan dan Sumber Daya Alam, 12, 243-252.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Perikanan Tropis Nusantara (Nusantara Tropical Fisheries Science Journal)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





