PERAN ASEAN DALAM KASUS WOMAN AND CHILD TRAFFICKING DI THAILAND – MYANMAR PADA TAHUN 2022–2024
DOI:
https://doi.org/10.30872/RGJ.v27i1/4806Keywords:
ASEAN, woman and child trafficking, Thailand–Myanmar, ACTIPAbstract
Perdagangan perempuan dan anak (woman and child trafficking) merupakan kejahatan transnasional yang masih marak terjadi di wilayah perbatasan Thailand–Myanmar pada periode 2022–2024. Ketimpangan ekonomi, arus migrasi ilegal, serta instabilitas politik Myanmar pasca kudeta 2021 meningkatkan kerentanan korban. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dalam menangani kasus tersebut melalui ASEAN Convention Against Trafficking in Persons, Especially Women and Children (ACTIP). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan konsep peran organisasi internasional Clive Archer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASEAN berperan sebagai instrumen dan arena kerja sama regional, namun implementasinya masih terbatas karena bergantung pada kondisi domestik negara anggota, khususnya Myanmar.
References
Archer, C. (2001). International organizations (3rd ed.). London.
ASEAN. (2005, November 29). Joint communique of the fifth ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC), Ha Noi. https://asean.org/joint-communique-of-the-fifth-asean-ministerial-meeting-on-transnational-crime-ammtc-ha-noi/
ASEAN. (2025). ACTIP factsheet. ASEAN.
Atthariq, H. (2023). Fungsi UN Women dalam mengatasi women trafficking di Thailand tahun 2020–2022.
Aung, E. T. (2025). Causes and consequences of human trafficking and exploitation of women and children in Yangon.
Febrina, F., Nidawati, Lestari, R., Rivaldo, & Shobib, A. (2024). Studi peran ASEAN dalam menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara.
International Labour Organization. (2024). Triangle in ASEAN quarterly briefing note: Lao PDR.
International Organization for Migration. (n.d.). Report on human trafficking, forced labour and fisheries crime in the Indonesian fishing industry.
IOM. (2020). Asia-Pacific migration data report 2020. IOM.
Jayani, M. (2022). Analisis penerapan ASEAN Convention Against Trafficking in Persons Especially Women and Children di Thailand pada tahun 2018–2019.
Kandou, A. M. G., Kusuma, R. A., Wurangian, I. C., Mandibondibo, L. G. J., & Morong, L. N. (2025). Analisis yuridis mengenai “ASEAN Way” tidak efektif menangani perdagangan manusia di ASEAN. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(12).
Ministry of Information. (2023). moi.gov.mm.
Ministry of Social Welfare Relief and Resettlement. (2021). Pilot project on the implementation of regional action plan for the protection of children from all forms of online exploitation and abuse (RPA-COEA).
Myajaya, R. A., Hanifah, H., Sari, W., Jamilah, M., Gloria, N., & Aliyah, P. (2024). The dynamics of human rights diplomacy in ASEAN. International Journal of Education, Information Technology and Others (IJEIT), 32(3), 167–186.
Paula Nirwana Nojo Yohannes, I. O. (2024). Peran penegak hukum TNI dalam menanggulangi perdagangan narkoba di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Pentury, Z. I., Waas, R. M., & Daties, D. R. (2024). Peran ASEAN dalam mengatasi transnational human trafficking di Asia Tenggara.
Ponpun Krataykhwan. (2024). Navigating change: A comprehensive overview of new minimum wage rate in 2024 (Thailand). Nagashima Ohno & Tsunematsu.
Royal Thai Government. (2022). Country report on anti-human trafficking efforts.
Royal Thai Government. (2024). Progress report on anti-human trafficking efforts.
Sekretariat ASEAN. (2025). Pedoman ASEAN tentang pelaksanaan prinsip non-hukuman untuk perlindungan korban perdagangan orang. ASEAN.
Sekretariat Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN. (2017). ASEAN selayang pandang: Satu visi, satu identitas. ASEAN.
Soe, W. W. (2025). Analisis kasus perdagangan manusia di Myanmar.
State Peace and Development Council. (2005). The Anti Trafficking in Persons Law. Myanmar Law Library.
Suharto, M. A., & Apriyani, M. N. (2025). Perlindungan bagi masyarakat sipil pada konflik bersenjata non-internasional akibat konflik antara junta militer dan pemberontak. Risalah Hukum, 21(1), 1–19.
Sundram, P. (2024). ASEAN cooperation to combat transnational crime: Progress, perils, and prospects. Frontiers in Political Science, 6, Article 1304828. https://doi.org/10.3389/fpos.2024.1304828
Tata Ihsan, E. A. (2025). Analisis tingkat kemiskinan dan perekonomian di Myanmar.
U.S. Department of State. (2024). Trafficking in persons report.
UNODC. (2022). Global report on trafficking in persons.
UNODC. (2024). Global report on trafficking in persons 2024.
U.S. Department of State. (2023). Trafficking in persons report: Thailand.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Amelia Yulia Antika, Melati Ning Magfiroh

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




