Strategi Pemberdayaan Perempuan Masyarakat Pesisir Dalam Pengolahan Hasil Laut dan Wirausaha Mikro: Studi Kasus pada Kecamatan Nusalaut Kabupaten Maluku Tengah

Authors

  • Agustina Christina Patty Politeknik Negeri Ambon, Kota Ambon, Indonesia.
  • Dir Berly Tehuayo Politeknik Negeri Ambon, Kota Ambon, Indonesia.
  • Gilbert Alvin Rumalatu Politeknik Negeri Ambon, Kota Ambon, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.30872/jfor.v27i1/4499

Keywords:

Pemberdayaan Perempuan, Pengolahan Hasil Laut, Wirausaha Mikro, Analisis SWOT

Abstract

Pemberdayaan masyarakat pesisir merupakan pendekatan penting dalam pembangunan berbasis masyarakat yang menekankan kelestarian lingkungan, distribusi pendapatan yang adil, dan partisipasi masyarakat yang aktif. Kecamatan Nusalaaut yang terletak di Pulau Nusalaaut di Kepulauan Lease terdiri dari tujuh desa pesisir: Abubu, Akoon, Ameth, Leinitu, Nalahia, Sila, dan Titawaai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi ekonomi perempuan di masyarakat pesisir dan merumuskan strategi penguatan pemberdayaan perempuan di Kabupaten Nusalaaut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan data primer dan sekunder. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup pengurangan data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Selain itu, analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) digunakan untuk mengkaji faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kegiatan ekonomi perempuan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa potensi ekonomi perempuan pesisir belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan modal, ketergantungan pada pembelian barang dari pemasok lain, dan perlunya dukungan pihak ketiga dalam kegiatan perdagangan. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dengan memaksimalkan kekuatan dan peluang lokal sekaligus meminimalkan kelemahan dan ancaman yang ada dalam rangka mendukung pengembangan usaha mikro yang berkelanjutan

References

Arifin, Z. (2018). Pemberdayaan Perempuan dalam Pengolahan Hasil Laut di Daerah Pesisir. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 5(2), 123-130.

Gaffar, S. B. & Latang, L. (2021). Pemberdayaan Perempuan Pesisir Melalui Pengolahan Ikan Laut di Dusun Ulo Ulo, Desa Belopa, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu. Prosiding Seminar Nasional LP2M UNM. Studi ini membahas pelatihan pembuatan abon dan kripik ikan dari istri nelayan, faktor pendukung dan

Galeso, Kab. Polewali Mandar. Community Development Journal. Menjelaskan pelatihan pembuatan abon ikan, packaging, pemasaran dan pemanfaatan e commerce untuk penambahan nilai ekonomi

Kabeer, N. (1999). Resources, Agency, Achievements: Reflections on the

Kurniawati, S. & Rahayu, D. (2020). Pelatihan Wirausaha Mikro untuk Perempuan Pesisir dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 7(1), 45-56.

Moser, C. (1993). Gender Planning and Development: Theory, Practice and Training Measurement of Women’s Empowerment. Momsen, J. (2004). Gender and Development

Nurhadi, D. (2019). Pengembangan Ekonomi Perempuan di Wilayah Pesisir: Studi Kasus di Kecamatan Nusalaut. Jurnal Pembangunan Wilayah, 12(3), 210-219.

Nuryanto, N., & Haryono, H. (2017). Pemberdayaan masyarakat nelayan pesisir Pantai utara Jawa Tengah melalui koperasi nelayan dan e commerce. Jurnal Sains dan Teknologi Maritim, 17(1), 49–63

Sari, L. P. (2017). Strategi Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Kewirausahaan di Masyarakat Pesisir. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(4), 88-95.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan. (1984).

Sulham, F. A. (2020). Pemberdayaan Perempuan Pesisir Melalui Pelatihan Pengolahan Ikan Laut di Desa Aeng Batu Batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Skripsi, Universitas Negeri Makassar. Fokus pada efektivitas pelatihan, serta faktor pendukung dan penghambatnya.

Susanti, E., Abbas, W., Amin, A., Ismira, A. & Ismail, S. (2023). Pengembangan Ekonomi Kreatif Komunitas Perempuan Pesisir setelah Pandemi COVID 19 di Desa

World Bank. (2021). Empowering Coastal Women through Micro-Entrepreneurship. Washington, DC: World Bank Publications.

Yuliana, R. (2022). Dampak Pelatihan Pengolahan Hasil Laut Terhadap Kemandirian Ekonomi Perempuan Pesisir di Kecamatan Nusalaut. Jurnal Ilmu Sosial dan Pembangunan, 10(1), 100-110.

Wattimena, F. A., Nurhaeny, A. & Jurianti, W. S. (2023). Strategi Pengembangan Pemberdayaan Perempuan Dalam Mendukung Usaha Kecil di Desa Pesisir: Studi Kasus Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat. Membahas akses produksi, distribusi, pelatihan, dan peran multi-stakeholder dalam pemberdayaan perempuan pesisir.

Sulham, F. A. (2020). Pemberdayaan Perempuan Pesisir Melalui Pelatihan Pengolahan Ikan Laut di Desa Aeng Batu Batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Skripsi, Universitas Negeri Makassar. Fokus pada efektivitas pelatihan, serta faktor pendukung dan penghambatnya.

Susanti, E., Abbas, W., Amin, A., Ismira, A. & Ismail, S. (2023). Pengembangan Ekonomi Kreatif Komunitas Perempuan Pesisir setelah Pandemi COVID 19 di Desa Galeso, Kab. Polewali Mandar. Community Development Journal. Menjelaskan pelatihan pembuatan abon ikan, packaging, pemasaran dan pemanfaatan e commerce untuk penambahan nilai ekonomi.

Downloads

Published

2025-10-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Strategi Pemberdayaan Perempuan Masyarakat Pesisir Dalam Pengolahan Hasil Laut dan Wirausaha Mikro: Studi Kasus pada Kecamatan Nusalaut Kabupaten Maluku Tengah. (2025). FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi, 27(4), 1027-1034. https://doi.org/10.30872/jfor.v27i1/4499